Perkuat Kompetensi dan Keselamatan Pemandu Wisata Snorkeling, Kemenpar Gelar Pelatihan dan Sertifikasi

Created at 2026-09-22

Labuan Bajo, 22 September 2026 — Pemerintah terus memperkuat kapasitas sumber daya manusia (SDM) pariwisata di Labuan Bajo dan Flores sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan, keselamatan, dan kesiapsiagaan pelaku pariwisata dalam menghadapi berbagai risiko di lapangan.

Upaya tersebut merupakan tindak lanjut hasil Rapat Koordinasi Pemulihan Pariwisata Flores dan Isu Kepariwisataan Labuan Bajo yang diadakan pada 28 Agustus 2026 lalu bersama Menteri Pariwisata RI, khususnya terkait penguatan SDM dan kapasitas masyarakat. Salah satu rekomendasi yang dihasilkan adalah memperkuat kapasitas SDM dan pelaku pariwisata melalui pelatihan dan sertifikasi bagi pemandu dan operator pariwisata, dengan fokus pada aspek pelayanan, keselamatan, dan mitigasi bencana melalui kerja sama dengan lembaga pelatihan dan sertifikasi yang kompeten.

Sebagai tindak lanjut atas rekomendasi tersebut, Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan c.q. Asisten Deputi Peningkatan Kapasitas SDM Industri Kementerian Pariwisata bekerja sama dengan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Pramuwisata Indonesia, Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) dan Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat melaksanakan kegiatan Upskilling Pelatihan Berbasis Kompetensi dan Sertifikasi Kompetensi Kerja dengan Skema Uji Pemandu Wisata Snorkeling Level III.

Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, 22–24 September 2026 ini diikuti oleh 40 peserta yang merupakan pelaku dan pemandu wisata. Pelatihan dirancang untuk meningkatkan kompetensi peserta dalam memberikan pelayanan kepada wisatawan sekaligus memastikan aspek keselamatan dan penanganan risiko menjadi bagian penting dalam penyelenggaraan aktivitas wisata snorkeling.

Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan, Martini M. Paham, menegaskan bahwa aspek keamanan merupakan fondasi penting dalam membangun dan memperkuat kualitas pariwisata.

”Keamanan adalah fondasi dari kualitas pariwisata. Pariwisata yang maju adalah pariwisata yang aman. Tanpa rasa aman, tidak akan ada kepercayaan wisatawan. Semua itu tergantung dari pengalaman wisatawan, dan yang membuat mereka kembali lagi adalah kepercayaan dan rasa aman yang dihadirkan oleh teman-teman semua,” ujar Martini saat membuka kegiatan pelatihan (Selasa, 22/9/2026) di Kantor BPOLBF.

Menurutnya, kompetensi menjadi kebutuhan mutlak bagi pelaku pariwisata, terutama mereka yang berhadapan langsung dengan wisatawan dalam aktivitas yang memiliki risiko keselamatan.

"Jadikan pelatihan ini sebagai bekal kita semua dengan memastikan bahwa setiap individu dapat mengidentifikasi risiko, mengedukasi wisatawan dengan tegas dan santun, serta melakukan penanganan darurat dengan cepat dan tepat,” lanjutnya.

Sementara itu, Petrus A. Rasyid, Kepala Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, dan Kebudayaan, Kabupaten Manggarai Barat menekankan bahwa pengalaman wisatawan menjadi salah satu faktor penting yang menentukan keberlanjutan kunjungan ke Labuan Bajo. Teknologi dan berbagai platform digital dapat membantu wisatawan menemukan dan mengakses Labuan Bajo, namun kualitas pelayanan menjadi bagian penting dalam membangun pengalaman wisatawan.

"Yang membuat orang datang ke sini itu banyak. Teknologi digital, misalnya, membuat orang bisa datang ke Labuan Bajo. Tetapi yang membuat orang mau datang kembali ke Labuan Bajo adalah pengalaman. Ada sentuhan personal dan pelayanan dari Bapak dan Ibu semua yang tidak dapat digantikan oleh teknologi,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa berbagai platform dan layanan digital, mulai dari Si Ora, Gendang Mabar, hingga platform pemesanan perjalanan seperti Tiket.com, dapat membantu menarik wisatawan berkunjung. Namun, pengalaman yang diberikan selama berada di destinasi menjadi bagian penting dalam mendorong wisatawan untuk kembali.

"Kalau teknologi kita bagus, tetapi kualitas pelayanan kita tidak cukup bagus, jangan berharap orang mau datang kembali ke Labuan Bajo. Data juga menunjukkan bahwa indikasi wisatawan untuk datang kembali ke Labuan Bajo cukup besar, dan salah satu variabel penentunya adalah pelayanan, yaitu kualitas pelayanan,” katanya.

Sejalan dengan hal tersebut, Plt. Direktur Utama BPOLBF, Andhy Marpaung, menyampaikan bahwa peningkatan kompetensi pemandu wisata snorkeling tidak hanya berkaitan dengan kemampuan teknis, tetapi juga bagaimana pemandu mampu menghadirkan pengalaman wisata yang aman, nyaman, dan berkualitas. Menurut Andhy, SDM tersertifikasi merupakan salah satu faktor yang dapat menjamin kepercayaan dan rasa aman wisatawan saat melakukan aktivitas wisata berisiko tinggi di kawasan perairan, salah satunya adalah aktivitas snorkeling.

“Pemandu wisata merupakan bagian penting dari pengalaman wisatawan. Karena itu, kompetensi tidak hanya berbicara tentang kemampuan teknis, tetapi juga bagaimana memberikan pelayanan yang baik, memahami kondisi wisatawan, mengenali potensi risiko, serta mengambil tindakan yang tepat ketika menghadapi situasi darurat, dan ini hal dapat didukung  oleh tenaga berkompetensi yang tersertifikasi,” ujar Andhy.

Ia menambahkan bahwa penguatan kapasitas SDM melalui pelatihan dan sertifikasi menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem pariwisata Labuan Bajo yang berkualitas dan berkelanjutan.

Hadir sebagai narasumber dalam kegiatan ini John E. Sidjabat, Founder & Managing Director Global Dive Center Indonesia dan Marselinus Betong, Ketua Perkumpulan Penyelam Profesional Komodo (P3KOM).

Kegiatan ini turut dihadiri Asisten Deputi Peningkatan Kapasitas SDM Industri, Faisal secara daring melalui Zoom dan Ketua Tim Kerja Pelatihan Berbasis Kompetensi Kementerian Pariwisata, Andi Marlina.

Melalui kegiatan ini, peserta mendapatkan penguatan kompetensi yang selanjutnya diarahkan pada sertifikasi kompetensi kerja dengan Skema Uji Pemandu Wisata Snorkeling Level II. Upaya tersebut diharapkan dapat memperkuat kualitas SDM pariwisata sekaligus mendukung terciptanya aktivitas wisata snorkeling yang memenuhi aspek pelayanan, keselamatan, dan mitigasi risiko di Labuan Bajo.

———

Sisilia Lenita Jemana

Kepala Divisi Komunikasi Publik

Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores

thumbnail

Kemenpar Perkuat Kompetensi dan Keselamatan Wisata Bahari melalui Sertifikasi Pemandu Snorkeling Level III

Labuan Bajo, 24 September 2026 — Kementerian Pariwisata bersama Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Pramindo, Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF), dan Pemerintah Kab...

thumbnail

Perkuat Kompetensi dan Keselamatan Pemandu Wisata Snorkeling, Kemenpar Gelar Pelatihan dan Sertifikasi

Labuan Bajo, 22 September 2026 — Pemerintah terus memperkuat kapasitas sumber daya manusia (SDM) pariwisata di Labuan Bajo dan Flores sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualit...

thumbnail

BPOLBF Serahkan Donasi Wizz Baker untuk Masyarakat Terdampak Gempa Flores

Labuan Bajo, 22 September 2026 — Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) menyerahkan donasi bagi masyarakat terdampak Gempa Bumi Flores M 7,7 yang berasal dari sebagian...

Ada pertanyaan ?

Lihat FAQ ? atau Hubungi Kami