Labuan Bajo, 16 Oktober 2026 – BPOLBF (Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores) turut hadir dalam Soft Opening Mawatu Labuan Bajo pada Jumat (16/10/2026) pagi. Acara ini dihadiri oleh Pemerintah Daerah Manggarai Barat, dan Instansi Vertikal yang ada di Kabupaten Manggarai Barat.
Mawatu Labuan Bajo kini memasuki babak baru dalam transformasi kawasan pariwisatanya. Sebagai salah satu Destinasi Pariwisata Prioritas Nasional, Labuan Bajo tidak hanya membutuhkan keindahan alam semata, melainkan juga ekosistem terpadu yang menunjang gaya hidup modern, ruang publik yang inklusif, serta pengalaman berwisata yang berdampak positif bagi komunitas sekitar. Menjawab potensi besar tersebut, Vasanta Group resmi menghadirkan Mawatu, sebuah proyek kawasan terpadu seluas 12 hektare di Pantai Batu Cermin yang dirancang khusus menjadi The New City Center of Labuan Bajo.

Harmoni Gaya Hidup, Budaya, dan Komunitas
Mawatu mengusung konsep ekosistem holistik yang memadukan delapan pilar utama: hospitality, lifestyle, culture, culinary, creative, maritime, nature, dan community. Lebih dari sekadar pusat komersial, pengembangan kawasan ini mengedepankan prinsip keberlanjutan dan kearifan lokal NTT melalui penyediaan fasilitas amphitheater pertunjukan seni serta ruang kolaborasi kreatif bagi pengrajin tenun setempat.
Wakil Bupati Manggarai Barat, Yulianus Weng, menyampaikan
harapannya agar pembangunan Mawatu dilakukan secara bertahap, dan turut senang karena Mawatu sudah banyak memiliki fasilitas seperti Bioskop, area kuliner UMKM, dan ruang entertainment yang dapat memperkenalkan Labuan Bajo.
”Harapan kedepannya pembangunan dilakukan secara bertahap, kami turut senang karena di Mawatu banyak juga fasilitasnya, UMKM bisa hidup, ada Bioskop dan ada ruang entertain yg bisa memperkenalkan Labuan Bajo, yang tidak hanya indah karena alam nya tetapi ada fasilitas yang cukup memadai yang sudah disiapkan oleh investor.” Ungkap Yulianus.
Yulianus Weng menambahkan terkait perekrutan tenaga lokal untuk bekerja di Kawasan Mawatu Labuan Bajo.
”Kesepakatan sejak awal groundbreaking Mawatu Labuan Bajo bahwa dalam perekrutan tenaga kerja harus memperhatikan tenaga kerja lokal, dan saya perhatikan sudah banyak anak-anak tenaga kerja lokal disini.” Tambah Yulianus.
Denny Asalim, CEO Vasanta Group menyampaikan Mawatu Labuan Bajo ini bukan hanya sekedar sebuah kawasan, tapi juga akses terhadap lapangan pekerjaan, dan ruang terbuka untuk bisa menampilkan kekhasan budaya Labuan Bajo.
”Setelah perjalanan di 2 sampai 3 tahun terakhir dari pembangunan Mawatu ini, kita bisa membuka tahap pertama dari Mawatu Labuan Bajo. Tahun depan akan hadir juga hotel di kawasan ini. Tentunya visi Mawatu dari awal menjadi kawasan ekosistem yang melengkapi pariwisata dari Manggarai sendiri, sehingga selain menunjukkan keindahan alam, banyak sumber daya manusia yang bisa diberdayakan disini. Bulan lalu kami melakukan rekrutmen secara masal, dimana ada lebih dari 500 penduduk Manggarai yang mendaftar. Harapan kami, Mawatu Labuan Bajo ini bukan hanya sebuah kawasan, tetapi tempat memberikan lapangan pekerjaan, dan bisa menanmpilkan kekhasan budaya Labuan Bajo. Fasilitas di tahap pertama adalah komersial, lalu kedua hotel bintang 4. Tentunya dalam hal ini kawasan ini semakin lama akan semakin lengkap. Jadi hari ini yang kita saksikan bersama adalah tahap pertama dari Mawatu Labuan Bajo. “ Jelas Denny.
Plt. Direktur Utama BPOLBF menyampaikan, bahwa kehadiran Mawatu Labuan Bajo menjadi salah satu bagian dari pengembangan ekosistem pariwisata yang semakin beragam di Labuan Bajo. Menurutnya, pengembangan kawasan terpadu seperti Mawatu diharapkan dapat melengkapi daya tarik wisata alam dengan fasilitas pendukung yang memberikan pengalaman lebih menyeluruh bagi wisatawan, sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat setempat.
“Kami menyambut baik kehadiran Mawatu Labuan Bajo sebagai salah satu kawasan pengembangan yang dapat memperkaya pilihan aktivitas dan pengalaman wisata bagi wisatawan. Labuan Bajo tidak hanya memiliki keunggulan dari sisi keindahan alam, tetapi juga perlu didukung oleh ketersediaan fasilitas, atraksi, serta ruang yang mengangkat budaya dan kreativitas lokal. Kami berharap pengembangan kawasan ini dapat berjalan selaras dengan prinsip pariwisata berkelanjutan, melibatkan masyarakat lokal, serta memberikan manfaat ekonomi yang nyata bagi pelaku UMKM dan tenaga kerja di Manggarai Barat,” ujarnya.
———
Sisilia Lenita Jemana
Kepala Divisi Komunikasi Publik
Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores