Labuan Bajo, 17 April 2026 – Kementerian Pariwisata Republik Indonesia bersama Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) menyelenggarakan kegiatan Safety Talk Keamanan dan Keselamatan Wisata Bahari pada Kamis (16/4/2026) di Hotel Bintang Flores, Labuan Bajo. Kegiatan ini merupakan lanjutan dari program Edukasi Keamanan dan Keselamatan Wisata Bahari yang menjadi bagian dari kolaborasi Diving Safety 1000 Initiatives antara Kementerian Pariwisata dan Divers Alert Network (DAN) sejak tahun 2023.
Program ini mencatat capaian signifikan, di mana lebih dari 1.000 penerima manfaat di berbagai destinasi wisata bahari di Indonesia, termasuk Labuan Bajo, telah berhasil memperoleh sertifikasi Emergency First Response (EFR). Khusus di Labuan Bajo, sebanyak 100 peserta telah mengikuti program edukasi selama dua hari pelaksanaan (14-15 April 2026).
Kegiatan ini menjadi langkah konkret dalam mendorong penguatan aspek keamanan dan keselamatan sebagai fondasi utama dalam pengembangan pariwisata bahari yang berkelanjutan. Fokus utama kegiatan ini tidak hanya pada peningkatan kunjungan wisatawan, tetapi juga memastikan kesiapan pelaku industri dalam menghadapi risiko aktivitas wisata bahari.

Wakil Menteri Pariwisata Republik Indonesia, Ni Luh Puspa, dalam sambutannya secara daring menegaskan bahwa _safety tourism_ menjadi salah satu prioritas utama dalam pembangunan pariwisata nasional.
“Keselamatan pariwisata menjadi fokus utama kami, khususnya di destinasi unggulan seperti Labuan Bajo. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri, dibutuhkan kolaborasi dari seluruh pihak untuk memastikan wisata yang aman dan berkualitas” ujar Ni Luh.
Ia juga menambahkan bahwa program pelatihan keselamatan selam yang dilakukan bersama Divers Alert Network merupakan langkah nyata dalam meningkatkan kompetensi pelaku pariwisata.
“Saat ini, kita telah mencapai lebih dari 1.000 penerima manfaat pelatihan safety diving yang telah tersertifikasi di seluruh Indonesia. Ini menjadi fondasi penting dalam membangun ekosistem pariwisata yang aman dan profesional” tambahnya.
Kegiatan Safety Talk ini menghadirkan dua sesi pemaparan utama. Sesi pertama membahas standar keamanan dan keselamatan pariwisata bahari berbasis risiko, menghadirkan narasumber dari Kementerian Pariwisata, Kementerian Perhubungan, serta Pemerintah Daerah. Materi yang disampaikan mencakup kebijakan mitigasi risiko, standar kelaiklautan kapal wisata, hingga penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di sektor pariwisata.
Sementara itu, sesi kedua membahas penanganan keamanan dan keselamatan pariwisata bahari, termasuk mitigasi risiko penyelaman, kesiapsiagaan operasi pencarian dan pertolongan oleh Basarnas, serta praktik penanganan kedaruratan dari perspektif pelaku lapangan.
Kegiatan ini turut melibatkan berbagai pemangku kepentingan, antara lain Pemerintah Daerah Manggarai Barat, Balai Taman Nasional Komodo, asosiasi pariwisata seperti P3KOM, DOCK, ASKAWI, HPI, Gahawisri, Jangkar, ASET, serta komunitas pemandu wisata dan pelaku industri lainnya.
Asisten Deputi Pengembangan Produk Pariwisata Kementerian Pariwisata, Itok Parikesit, berharap forum ini mampu melahirkan langkah-langkah konkret dalam memperkuat implementasi safety tourism di Indonesia, khususnya di Labuan Bajo sebagai Destinasi Pariwisata Super Prioritas.
Senada, Pelaksana Tugas Direktur Utama BPOLBF, Andhy MT Marpaung, menyampaikan bahwa penguatan aspek keselamatan merupakan bagian penting dalam transformasi pariwisata Labuan Bajo menuju destinasi berkelas dunia.
“Labuan Bajo tidak hanya harus unggul dari sisi daya tarik, tetapi juga dari sisi keamanan dan keselamatan. Melalui kegiatan ini, kita membangun kesadaran kolektif tentang risiko wisata perairan dan meningkatkan kapasitas pelaku wisata bahari agar mampu memberikan pengalaman yang aman dan berkualitas bagi wisatawan” ujar Andhy.
Ia juga menekankan bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam menciptakan ekosistem pariwisata yang tangguh dan berkelanjutan.
“Sinergi antara pemerintah, pelaku industri, dan komunitas menjadi fondasi penting dalam memastikan Labuan Bajo berkembang sebagai destinasi yang tidak hanya indah, tetapi juga aman dan bertanggung jawab” tambahnya.
Melalui kegiatan ini, BPOLBF bersama Kementerian Pariwisata dan seluruh mitra terus mendorong peningkatan standar keselamatan pariwisata bahari, sebagai bagian dari komitmen bersama dalam mewujudkan Labuan Bajo sebagai destinasi yang aman, berkualitas, dan berkelanjutan.
-------
Sisilia Lenita Jemana
Kepala Divisi Komunikasi Publik
Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores