Labuan Bajo, 3 September 2026 — Aktivitas pariwisata di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, terus berangsur normal pascagempa bumi M7,7 yang terjadi pada 15 Agustus 2026. Berdasarkan hasil pemantauan lapangan yang dilakukan secara berkala oleh Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) bersama Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat, Balai Taman Nasional Komodo, KSOP Labuan Bajo, penyelenggara Bandar Udara Komodo, pengelola destinasi, dan pelaku usaha pariwisata, Labuan Bajo tetap terbuka dan dapat menerima kunjungan wisatawan.
Pemantauan tersebut mencakup kondisi aksesibilitas, akomodasi, destinasi wisata, serta perkembangan aktivitas pariwisata di wilayah Labuan Bajo dan Kabupaten Manggarai Barat, termasuk kawasan Taman Nasional Komodo.
Dari sisi aksesibilitas, Bandar Udara Internasional Komodo Labuan Bajo telah beroperasi melayani penerbangan. Namun, wisatawan diimbau untuk melakukan konfirmasi ulang jadwal penerbangan kepada maskapai sebelum melakukan perjalanan.
Pelabuhan Marina Labuan Bajo juga telah beroperasi dan melayani kapal serta penumpang dalam kondisi lancar dan kondusif. Akses pelayaran menuju kawasan Taman Nasional Komodo telah kembali dibuka oleh KSOP Labuan Bajo dengan tetap mempertimbangkan keselamatan pelayaran dan kondisi cuaca. Jaringan listrik dan telekomunikasi di Labuan Bajo juga telah kembali normal.
Sejalan dengan pulihnya aksesibilitas, sejumlah akomodasi di Kabupaten Manggarai Barat telah menyatakan kesiapan operasional dan kembali menerima tamu. Berdasarkan pemantauan BPOLBF dan pernyataan kesiapan dari masing-masing pengelola, akomodasi yang tercatat beroperasi antara lain AYANA Komodo Waecicu Beach, Crowne Plaza, Meruorah Komodo Labuan Bajo, Sudamala Resort Komodo, TA’AKTANA, a Luxury Collection Resort & Spa, Labuan Bajo, serta sejumlah hotel dan akomodasi lainnya. *Daftar tersebut bersifat sementara dan belum mencakup seluruh akomodasi yang telah beroperasi di Labuan Bajo.
Adapun akomodasi yang masih terdampak dan belum menerima tamu masih menjalani proses inspeksi oleh manajemen masing-masing. Penilaian mengenai kelaikan dan keamanan struktur bangunan menjadi tanggung jawab pengelola akomodasi melalui pemeriksaan teknis sesuai ketentuan yang berlaku. BPOLBF bersama Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat terus menghimpun dan memantau perkembangan kondisi di lapangan.
Dari sisi destinasi, sejumlah daya tarik wisata di kawasan Taman Nasional Komodo telah kembali beroperasi dan menerima kunjungan wisatawan.
Di dalam kota Labuan Bajo, Puncak Waringin juga telah kembali menerima kunjungan. Sementara itu, sejumlah destinasi lainnya di Manggarai Barat yang telah beroperasi antara lain Batu Cermin, Pulau Kelor, Liang Ndara, Wae Lolos, Papagarang, Pasir Panjang, Tondong Belang, Siru, Desa Tanjung Boleng, dan Gua Rangko. Seluruh aktivitas wisata tetap dilaksanakan dengan memperhatikan kondisi terkini di lapangan, ketentuan pengelola destinasi, kondisi cuaca dan gelombang laut, serta arahan keselamatan dari pihak berwenang.
Kepala Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, dan Kebudayaan Kabupaten Manggarai Barat, Petrus A. Rasyid, menyampaikan bahwa destinasi dan akomodasi yang telah dibuka kembali sebelumnya telah melalui proses pemeriksaan untuk memastikan kesiapan dan keamanannya.
”Destinasi dan akomodasi yang telah dibuka kembali, sebelumnya telah melalui proses pemeriksaan untuk memastikan kesiapan dan keamanannya. Sementara itu, destinasi dan akomodasi yang belum siap masih ditutup sementara dan terus menjalani proses pemulihan serta pembenahan secara bertahap. Setelah dinyatakan siap, seluruh fasilitas akan kembali melalui pemeriksaan dan verifikasi hingga dipastikan aman dan layak beroperasi. Sejalan dengan proses pemulihan tersebut, wisatawan dipersilakan kembali berkunjung ke Manggarai Barat dengan tetap memperhatikan arahan keselamatan dan ketentuan yang berlaku.” Jelas Peter.
Plt. Direktur Utama BPOLBF, Andhy MT Marpaung, menegaskan bahwa Labuan Bajo tetap terbuka bagi wisatawan dengan prinsip pembukaan destinasi dan akomodasi berdasarkan hasil verifikasi dan pemantauan di lapangan.
”Berdasarkan hasil pemantauan dan pembaruan informasi di lapangan, aktivitas pariwisata di Labuan Bajo telah kembali berlangsung dan sejumlah destinasi serta akomodasi telah kembali menerima wisatawan. BPOLBF terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, pengelola destinasi, pelaku usaha pariwisata, serta pemangku kepentingan terkait untuk memantau perkembangan kondisi dan menyampaikan informasi terkini kepada wisatawan. Kami mengajak wisatawan untuk kembali berkunjung ke Labuan Bajo dengan tetap memperhatikan informasi resmi, kondisi cuaca, serta arahan keselamatan dari pihak yang berwenang.” Ungkap Andhy.
Di sisi lain, aktivitas gempa susulan masih terus dipantau oleh BMKG. Informasi mengenai perkembangan kegempaan mengacu pada informasi resmi BMKG dan BNPB. Oleh karena itu, wisatawan yang akan berkunjung ke Labuan Bajo dan Manggarai Barat diimbau untuk tetap memperhatikan informasi terbaru serta kondisi di lapangan.
BPOLBF dan Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat mengimbau wisatawan untuk memantau informasi resmi dari BMKG, BNPB, KSOP, Kementerian Pariwisata, BPOLBF, pemerintah daerah, dan pengelola destinasi. Wisatawan juga perlu mengonfirmasi kembali jadwal penerbangan kepada maskapai, memastikan kondisi destinasi dan akomodasi sebelum melakukan perjalanan, memperhatikan cuaca dan gelombang laut, serta mengikuti prosedur keselamatan dan arahan pihak berwenang.
Bagi wisatawan yang membutuhkan informasi terkini terkait kondisi pariwisata di Labuan Bajo dan Manggarai Barat, dapat menghubungi Hotline Pariwisata BPOLBF di 0811-3879-4555 atau Hotline Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, dan Kebudayaan Manggarai Barat di 0852-8450-3800.
Dengan terus dilakukannya pemantauan dan pembaruan informasi secara berkala, *Labuan Bajo tetap terbuka untuk kunjungan wisatawan*. BPOLBF bersama Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat dan seluruh pemangku kepentingan berkomitmen untuk terus memastikan perkembangan kondisi pariwisata terpantau dan informasi kepada wisatawan disampaikan secara terbuka dan berkala.
------
Sisilia Lenita Jemana
Kepala Divisi Komunikasi Publik
Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores