FDLP Modul Kesembilan: Transformasi Sosial-Budaya dan Community-Based Tourism

Created at 2025-08-20

Labuan Bajo, 20 Agustus 2025 – 

Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) kembali menyelenggarakan Floratama (Plus) Destination Leadership Program (FDLP) Modul Kesembilan secara daring melalui Zoom, Rabu (20/08/2025) sore. FLDP Modul 9 kali ini menghadirkan narasumber Prof. Dr. Phil. Janianton Damanik, M.Si, dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Gadjah Mada (UGM), dengan topik “Transformasi Sosial-Budaya dan Community-Based Tourism dalam Pengelolaan Destinasi.” 

Dalam paparannya, Prof. Janianton menekankan bahwa pariwisata tidak bisa dilepaskan dari perubahan sosial dan budaya di masyarakat. 

“Transformasi sosial budaya berjalan seiring dengan perkembangan pariwisata. Pariwisata mengandung dinamika yang digerakkan dan melibatkan aktor, ruang, dan sumber daya. Transformasi tersebut dapat berjalan lebih mudah melalui pariwisata berbasis masyarakat,” ujarnya. 

 

Prof. Janianton juga menekankan bahwa peran aktor atau pelaku pariwisata perlu dikoordinasikan dalam suatu kelembagaan yang solid, agar menghasilkan energi dan perubahan yang positif. Beberapa energi tonik yang diperlukan adalah kerja sama, saling merangkul lintas komunitas, menghargai inklusi sosial, kepatuhan pada aturan, dan komitmen kolektif. 

Plt. Direktur Utama BPOLBF, Dwi Marhen Yono, dalam kesempatan yang sama menyampaikan bahwa penerapan pariwisata berbasis masyarakat merupakan kunci untuk menjaga keberlanjutan dan nilai autentik destinasi di Pulau Flores dan sekitarnya. 

Masyarakat adalah garda terdepan dalam mengelola dan menjaga destinasi. Melalui pariwisata berbasis komunitas, kita tidak hanya membangun industri pariwisata, tetapi juga menumbuhkan kesadaran kolektif untuk merawat warisan budaya, alam, serta memperkuat identitas lokal yang menjadi daya tarik utama wisatawan,” jelasnya. 

FDLP merupakan program pembelajaran kolaboratif yang digagas BPOLBF untuk memperkuat kapasitas para pemangku kepentingan pariwisata di kawasan Floratama (Flores, Alor, Lembata, dan Bima). Modul kesembilan ini menjadi bagian dari rangkaian diskusi tematik yang menyoroti peran masyarakat dan transformasi sosial dalam pengelolaan destinasi pariwisata berkelanjutan. 

 

--------

Sisilia Lenita Jemana

Kepala Divisi Komunikasi Publik

Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores

thumbnail

Jelang Festival Golo Koe 2026, BPOLBF Perkuat Koordinasi melalui Forum DISKORIA dan Bincang Kepariwisataan

Labuan Bajo, 21 Juli 2026 – Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) kembali menggelar Diskusi Kolaborasi bersama Media (DISKORIA) dan Bincang Kepariwisataan di Ruang R...

thumbnail

Pembukaan Rute Baru Wings Air Makassar–Labuan Bajo, Dorong Pertumbuhan Pariwisata dan Ekonomi Daerah

Labuan Bajo, 20 Juli 2026 – Sebagai bagian dari upaya memperkuat konektivitas udara, Labuan Bajo kembali membuka rute penerbangan baru Labuan Bajo (LBJ) – Makassar (UPG) yang diop...

thumbnail

BPOLBF dan IN-FLORES Dorong Penguatan Ekowisata Berkelanjutan Melalui Seminar Nasional di Labuan Bajo

Labuan Bajo, 16 Juli 2026 – Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) berkolaborasi dengan Program IN-FLORES menyelenggarakan Seminar Nasional Ekowisata Berkelanjutan di...

Ada pertanyaan ?

Lihat FAQ ? atau Hubungi Kami