Jakarta, 28 April 2026—
Deep and Extreme Indonesia (DXI) 2026, pameran terbesar di Indonesia untuk diving (selam), wisata bahari, petualangan, dan gaya hidup, kembali menggelar pameran di Jakarta. Pameran yang merupakan platform strategis dalam mempromosikan potensi pariwisata di Indonesia tersebut berlangsung pada 23–26 April 2026 di Hall B, Jakarta International Convention Center.
Dalam kesempatan tersebut, Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) turut berpartisipasi dalam mempromosikan potensi pariwisata unggulan Labuan Bajo Flores. Keterlibatan ini merupakan bentuk sinergi dan dukungan bersama Kementerian Pariwisata, khususnya Deputi Bidang Pemasaran, dalam mendorong pergerakan wisatawan nusantara melalui penguatan pasar domestik. Upaya ini juga diarahkan pada pengembangan segmen wisata minat khusus, seperti diving dan wisata petualangan, yang memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan di kawasan Labuan Bajo Flores.
Selain itu, BPOLBF tidak hanya berfokus pada promosi paket wisata bahari dan aktivitas selam, tetapi juga secara aktif memperkenalkan paket wisata darat di Labuan Bajo Flores. Langkah ini dilakukan sebagai upaya mendorong penyebaran wisatawan ke wilayah daratan Pulau Flores, sehingga manfaat ekonomi pariwisata dapat dirasakan lebih merata oleh masyarakat di berbagai destinasi, sekaligus memperkaya pengalaman wisatawan dengan ragam atraksi budaya, alam, dan desa wisata yang dimiliki Flores.
Selama empat hari penyelenggaraan, booth BPOLBF mencatatkan total 72 kunjungan, dengan rincian 49 pengunjung merupakan potential buyers yang menunjukkan minat serius terhadap produk wisata, serta 23 pengunjung lainnya yang memanfaatkan kesempatan untuk memperoleh informasi dan pengetahuan terkait produk pariwisata ( tourism product knowledge).
Dari sisi potensi bisnis, partisipasi BPOLBF dalam DXI 2026 berhasil mencatatkan potensi transaksi sementara sebesar Rp. 422.500.000, yang didominasi oleh minat terhadap paket _sharing trip phinisi_ ke Labuan Bajo serta aktivitas diving di kawasan tersebut. Hal ini menunjukkan tingginya daya tarik wisata bahari Labuan Bajo Flores, khususnya bagi segmen wisata minat khusus.
Pengunjung booth BPOLBF berasal dari berbagai daerah di Indonesia seperti Jakarta, Bandung, dan Surabaya, serta dari mancanegara antara lain Jerman, Amerika Serikat, dan Tiongkok. Keberagaman asal pengunjung ini mencerminkan luasnya jangkauan promosi serta meningkatnya ketertarikan pasar global terhadap destinasi Labuan Bajo Flores.
Plt. Direktur Utama BPOLBF, Andhy MT Marpaung menyampaikan bahwa keikutsertaan BPOLBF dalam DXI 2026 menjadi momentum penting untuk memperkuat positioning Labuan Bajo Flores sebagai destinasi unggulan wisata bahari dan petualangan di Indonesia.
“Partisipasi BPOLBF dalam DXI 2026 memberikan hasil yang cukup positif, baik dari sisi peningkatan awareness maupun potensi transaksi yang berhasil dibukukan. Ini menunjukkan bahwa minat pasar terhadap Labuan Bajo Flores, khususnya untuk produk wisata minat khusus seperti phinisi trip dan diving, terus tumbuh,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa kolaborasi dengan pelaku industri menjadi kunci dalam menghadirkan paket wisata yang berkualitas.
“Ke depan, kami akan terus memperkuat sinergi dengan para pelaku industri pariwisata, baik operator phinisi, hotel, dive center, maupun travel agent, agar dapat menghadirkan pengalaman wisata yang aman, nyaman, dan berkelanjutan bagi wisatawan,” tutupnya.
Dalam kegiatan ini, BPOLBF juga berkolaborasi dengan pelaku industri pariwisata yang turut berpartisipasi melalui penitipan materi promosi. Dari sektor kapal phinisi, terdapat La Main Voyages, Agustine Phinisi, dan Andamari, sementara dari sektor perhotelan, antara lain Loccal Collection, Ayana Komodo Wae Cicu Beach, dan Sudamala. Sementara dari sektor dive center ada DOCK, Sea Creatures, dan Manta Ray. Dukungan juga datang dari travel agent seperti Mala Nusa dan PT Labok Bajo Indonesia.
Keikutsertaan BPOLBF dalam DXI 2026 merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk memperkuat promosi pariwisata Labuan Bajo Flores, khususnya dalam segmen wisata bahari dan petualangan, sekaligus mendorong peningkatan kunjungan wisatawan berkualitas serta potensi transaksi industri pariwisata di daerah.
———
Sisilia Lenita Jemana
Kepala Divisi Komunikasi Publik
Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores