Manggarai Barat, 19 Agustus 2026— Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) turut ambil bagian dalam penyaluran bantuan sosial bagi masyarakat terdampak bencana gempa Flores ke sejumlah wilayah di pesisir utara Kabupaten Manggarai Barat. Kegiatan tersebut merupakan aksi gerak cepat *Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat* dalam memastikan kebutuhan dasar masyarakat terdampak dapat segera terpenuhi.

Penyaluran bantuan diberangkatkan langsung dari Dermaga Maria, Labuan Bajo, Rabu (19/8), dan dipimpin oleh Bupati Manggarai Barat Edistasius Endi, didampingi Wakil Bupati Manggarai Barat dr. Yulianus Weng dan Sekretaris Daerah Kabupaten Manggarai Barat. Pelepasan armada bantuan turut dihadiri perwakilan Kementerian Pertanian, Badan Pangan Nasional, Forkopimda, TNI/Polri, Basarnas, BPOLBF, KSOP, BTNK, Imigrasi, BPBD, serta sejumlah instansi terkait.
Bupati Manggarai Barat Edistasius Endi mengatakan, wilayah pesisir utara menjadi prioritas pendistribusian bantuan pada tahap ini, sementara penyaluran ke wilayah lainnya masih dalam proses persiapan.
“Baik, hari ini kita akan mendistribusikan logistik ke pesisir Utara Kabupaten Manggarai Barat. Ini menjadi prioritas, sedangkan pulau-pulau lain sedang dalam proses penyiapan. Namun, yang menjadi prioritas pendistribusian hari ini adalah wilayah Utara,” ungkapnya saat melepas armada bantuan.
Dalam pendistribusian tahap ini, bantuan beras disalurkan ke beberapa wilayah dengan dukungan armada dari berbagai unsur. Pulau Seraya menerima 1,5 ton beras yang diangkut menggunakan kapal Polair. Selanjutnya, 1,5 ton beras disalurkan ke Pulau Boleng menggunakan dua kapal Lanal Labuan Bajo.
Sementara itu, Pulau Longos mendapatkan bantuan sebanyak 2.120 kilogram beras yang didistribusikan menggunakan armada gabungan dari Taman Nasional Komodo (TNK), BPOLBF, dan Imigrasi. Bantuan sebanyak 1,5 ton beras juga dikirim ke Pulau Medang menggunakan kapal KSOP dan SAR. Adapun bantuan untuk masyarakat di Rangko disalurkan melalui jalur darat menggunakan kendaraan dinas Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat dengan muatan 1,5 ton beras.
Selain beras sebagai kebutuhan pangan utama, bantuan yang didistribusikan juga mencakup air minum dalam kemasan dan makanan siap saji untuk mendukung kebutuhan masyarakat terdampak di lokasi.
Dalam penyaluran bantuan menuju Pulau Longos, tim menghadapi tantangan di lapangan akibat kondisi air laut yang sedang surut. Kapal dengan spesifikasi speedboat tidak dapat merapat ke dermaga desa karena kedalaman air yang tidak memungkinkan. Jarak antara titik berhentinya speedboat dengan dermaga juga masih cukup jauh, sehingga distribusi bantuan tidak dapat dilakukan secara langsung dari kapal.
Di sisi lain, alternatif jalur laut lainnya menghadapi kendala berupa kondisi ombak yang cukup tinggi. Tim kemudian berkoordinasi dengan masyarakat setempat dan menggunakan kapal open deck milik warga untuk melanjutkan proses distribusi.
Berbagai bantuan dipindahkan dari armada pengangkut ke kapal open deck di tengah laut untuk kemudian dibawa menuju lokasi dan diserahkan kepada masyarakat terdampak. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa proses distribusi bantuan tidak hanya membutuhkan dukungan logistik dan armada, tetapi juga adaptasi terhadap kondisi geografis dan cuaca di wilayah kepulauan.

Plt. Direktur Utama BPOLBF, Andhy M.T. Marpaung, mengatakan keterlibatan BPOLBF dalam penyaluran bantuan merupakan bentuk dukungan terhadap upaya Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat dalam mempercepat distribusi kebutuhan dasar kepada masyarakat terdampak.
“BPOLBF berkomitmen untuk mendukung langkah cepat pemerintah daerah dalam memastikan bantuan dapat sampai kepada masyarakat yang membutuhkan. Kondisi wilayah kepulauan tentu memiliki tantangan tersendiri, sehingga proses distribusi membutuhkan kolaborasi, koordinasi, dan kesiapan untuk menyesuaikan strategi di lapangan,” ujar Andhy.
BPOLBF juga memastikan dukungan terhadap penanganan dampak bencana akan terus dilakukan sesuai kapasitas dan koordinasi bersama pemerintah daerah serta kementerian/lembaga terkait. Kolaborasi lintas sektor menjadi bagian penting untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak, khususnya di wilayah yang memiliki tantangan akses, dapat terus terlayani.
———
Sisilia Lenita Jemana
Kepala Divisi Komunikasi Publik
Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores