Labuan Bajo, 15 Maret 2026 — Memperingati “Hari Hidupan Liar Sedunia”, Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) turut berpartispasi dalam kegiatan Eco Trip Bentang Alam Mbeliling yang diselenggarakan oleh Burung Indonesia bersama SiALIR. Peringatan yang jatuh pada tanggal 3 Maret setiap tahunnya ini berlangsung pada Sabtu (14/3/2026) pagi di Desa Damu, Kecamatan Mbeliling, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur.

Kegiatan Eco Trip ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan keterlibatan masyarakat serta para pemangku kepentingan terhadap upaya pelestarian lingkungan dan keanekaragaman hayati di kawasan Mbeliling.
Manager Flores Program Burung Indonesia, Tiburtius Hani menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari perayaan Hari Hidupan Liar Sedunia yang diperingati setiap tanggal 3 Maret lalu, serta berkaitan erat dengan peringatan Hari Air Sedunia dan Hari Kehutanan Internasional di bulan yang sama.
“Hidupan liar, hutan, dan air adalah satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan. Ketiganya membentuk ekosistem yang menopang kehidupan kita. Sebenarnya lingkungan tidak membutuhkan manusia, tetapi manusialah yang sangat membutuhkan lingkungan,” Jelas Tibur.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang telah mendukung kegiatan ini, termasuk pemerintah daerah, BPOLBF, TNI-Polri, pemerintah desa, serta berbagai pelaku yang menggerakkan sektor pariwisata di Labuan Bajo.
“Kehadiran berbagai pihak hari ini menunjukkan bahwa kita memiliki satu komitmen bersama untuk menjaga lingkungan, terutama keberlanjutan sumber air yang sangat penting bagi kehidupan masyarakat dan juga bagi keberlanjutan pariwisata di Labuan Bajo,” Kata Tibur.
Pada kesempatan yang sama, Pemerintah Kecamatan Mbeliling, Yohanes Hibur menekankan bahwa upaya konservasi harus terus dijaga dan tidak berhenti hanya pada kegiatan seremonial. Menurutnya, tanaman yang sudah ditanam harus dirawat bersama agar benar-benar memberi manfaat bagi generasi mendatang.
“Momentum hari ini adalah penguatan komitmen kita bersama terhadap konservasi. Harapan kami, sinergi dan kolaborasi ini jangan sampai berhenti. Tanaman yang kita tanam hari ini harus dijaga dan dirawat bersama, karena alam yang kita jaga hari ini adalah warisan yang indah untuk anak cucu kita,” Ungkap Yohanes.
Ia juga mengingatkan masyarakat untuk terus menjaga alam dan mencegah aktivitas yang dapat merusak lingkungan, termasuk perdagangan satwa liar.

Hadir dalam kesempatan tersebut, Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Utama BPOLBF, Andhy MT Marpaung, menyampaikan apresiasinya terhadap penyelenggaraan kegiatan ini yang dinilai sejalan dengan upaya pengembangan pariwisata berkelanjutan di Labuan Bajo dan Flores.
“Bentang Alam Mbeliling memiliki nilai ekologis yang sangat penting, tidak hanya sebagai habitat berbagai spesies satwa, tetapi juga sebagai kawasan penyangga kehidupan masyarakat. Kegiatan seperti Eco-Trip ini menjadi langkah konkret untuk memperkuat kesadaran bersama dalam menjaga kelestarian alam sekaligus mendukung pengembangan ekowisata berbasis masyarakat,” ujar Andhy.
Berbagai rangkaian kegiatan dilaksanakan dalam Eco-Trip ini, di antaranya penanaman pohon yang dilakukan di lahan milik SD Wae Masa dan lahan Gereja Kapela Stasi Wae Masa. Kegiatan penanaman pohon ini melibatkan Pemerintah Desa Golo Damu, guru dan komite sekolah, jemaat gereja, siswa-siswi SD Wae Masa, kelompok ibu-ibu pemantau layanan alam, perwakilan sektor swasta dari Labuan Bajo, serta perwakilan instansi pemerintah terkait.
Selain itu, para peserta juga mengikuti kegiatan _field trip_ ke lokasi perlindungan air untuk melihat secara langsung praktik konservasi dan pertanian berkelanjutan yang telah dilakukan oleh masyarakat Desa Golo Damu, Kecamatan Mbeliling. Kegiatan ini memberikan kesempatan bagi peserta untuk memahami peran penting masyarakat lokal dalam menjaga sumber daya alam sekaligus mendukung keberlanjutan lingkungan.
Rangkaian kegiatan Eco-Trip ditutup dengan kegiatan birdwatching di kawasan Puar Lolo yang berada di wilayah Bentang Alam Mbeliling. Aktivitas ini memberikan pengalaman bagi peserta untuk mengenal lebih dekat berbagai jenis burung dan keanekaragaman hayati yang menjadi kekayaan ekosistem kawasan tersebut.
Melalui kegiatan ini diharapkan semakin banyak pihak yang terlibat aktif dalam menjaga kelestarian Bentang Alam Mbeliling sekaligus memperkuat posisi kawasan tersebut sebagai salah satu destinasi ekowisata unggulan di Manggarai Barat.
-------
Sisilia Lenita Jemana
Kepala Divisi Komunikasi Publik
Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores