Labuan Bajo, 27 Agustus 2026 - Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) menggelar Bincang Kepariwisataan sekaligus membahas Kondisi dan Tantangan Pariwisata Pascagempa bersama para pelaku usaha dan asosiasi pariwisata di wilayah Floratama, khususnya Labuan Bajo dan Manggarai Barat, pada Rabu (26/8/2026) di Carpenter Cafe and Roastery, Labuan Bajo.

Kegiatan ini menjadi ruang koordinasi dan kolaborasi untuk memperoleh informasi terkini mengenai kondisi sektor pariwisata pascagempa Flores, sekaligus mendengarkan secara langsung perkembangan, dampak, tantangan, dan kebutuhan pelaku industri pariwisata dalam menjaga keberlangsungan aktivitas wisata di Labuan Bajo. Informasi yang dihimpun mencakup kondisi dan kesiapan destinasi, aksesibilitas, fasilitas pendukung, serta aktivitas usaha pariwisata, yang selanjutnya menjadi dasar dalam merumuskan langkah kolaboratif untuk mendukung pemulihan dan keberlanjutan pariwisata di Labuan Bajo dan Floratama secara keseluruhan.
Plt. Direktur Utama BPOLBF, Andhy MT Marpaung mengatakan bahwa forum tersebut menjadi bagian dari upaya untuk melihat secara langsung perkembangan kondisi kepariwisataan pascagempa, sekaligus mengidentifikasi isu, perhatian, dan tren yang berkembang di lapangan. Ia juga menekankan pentingnya verifikasi kondisi destinasi sebelum pembukaan dan promosi kembali dilakukan.
“Forum ini kami selenggarakan sebagai ruang untuk melihat secara langsung perkembangan kondisi kepariwisataan pascagempa, termasuk berbagai isu, perhatian, dan tren yang berkembang di lapangan. Melalui forum ini, kami juga mengidentifikasi langkah-langkah konkret yang perlu dilakukan secara bersama-sama untuk memastikan aktivitas pariwisata dapat berjalan secara aman dan bertahap.” kata Andhy.
Lebih lanjut Ia menyampaikan bahwa dalam proses pemulihan destinasi, BPOLBF menerapkan prinsip _safe before open dan ready before promote_. Artinya, destinasi yang terdampak tidak serta-merta dibuka kembali atau dipromosikan sebelum dilakukan verifikasi dan pemantauan terhadap kondisi serta kesiapan di lapangan. Berdasarkan hasil pemantauan tersebut, kami memetakan kondisi destinasi, mulai dari destinasi yang mengalami kerusakan ringan hingga berat, destinasi yang masih ditutup sementara, serta destinasi yang telah dinyatakan aman dan kembali beroperasi.
Pemetaan dan pembaruan kondisi tersebut menjadi dasar dalam penyampaian informasi kepada publik. Destinasi yang telah terverifikasi dan kembali menerima kunjungan wisatawan akan diinformasikan melalui kanal komunikasi dan siaran pers resmi, sehingga informasi yang diterima wisatawan, pelaku usaha, dan masyarakat merupakan informasi yang telah melalui proses verifikasi.
Hadir dalam forum tersebut, perwakilan Hotel Ayana Komodo, Budi, menyampaikan bahwa aktivitas operasional hotel di Ayana pascagempa Flores hingga saat ini berjalan normal. Kondisi bangunan dan fasilitas hotel secara keseluruhan dapat berfungsi dengan baik sebagaimana mestinya. Tingkat okupansi hotel juga masih berada dalam kondisi normal dan menunjukkan tren peningkatan, yang mencerminkan bahwa minat wisatawan untuk berkunjung ke Labuan Bajo tetap terjaga.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Pariwisata yang secara rutin memberikan informasi mengenai perkembangan kondisi dan keamanan aktivitas wisata di Labuan Bajo melalui berbagai kanal media sosial. Informasi tersebut dinilai membantu memberikan kepastian dan rasa percaya kepada wisatawan, sehingga wisatawan tetap memiliki keyakinan dan minat untuk berkunjung ke Labuan Bajo.
Bincang Kepariwisataan tersebut juga menyepakati penerbitan Statement Letter dari otoritas terkait yang mengurusi kepariwisataan di Manggarai Barat, dalam hal ini adalah Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat, melalui Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, dan Kebudayaan Kabupaten Manggarai (Disparekrafbud) dan Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) tentang kondisi dan kesiapan pariwisata Labuan Bajo pascagempa untuk menerima kunjungan wisatawan. Kesiapan tersebut dinyatakan melalui proses verifikasi melalui asesment terkait kesiapan operasional dari pelaku industri pariwisata seperti destinasi dan hotel pascagempa Flores M7,7.
Forum ini dihadiri oleh perwakilan industri perhotelan, di antaranya AYANA Komodo Waecicu Beach, Meruorah Komodo Labuan Bajo, The Jayakarta Suite Komodo Flores, dan Crowne Plaza Labuan Bajo. Turut hadir asosiasi pariwisata yang ada di Labuan Bajo, yakni DOCK, dan IHSA.
———
Sisilia Lenita Jemana
Kepala Divisi Komunikasi Publik
Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores