Labuan Bajo, 31 Maret 2026 - Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) mendukung penuh rencana penerapan Silentium Magnum atau “Jumat Hening” yang akan kembali dilaksanakan di Labuan Bajo pada perayaan Jumat Agung tahun 2026. Program ini menjadi tahun kedua implementasi setelah sebelumnya mendapatkan respons positif dari berbagai pihak.

Pelaksanaan Silentium Magnum pada 3 April 2026 mendatang akan dilakukan melalui pembatasan aktivitas masyarakat pada waktu tertentu guna menciptakan suasana hening, reflektif, dan penuh makna selama Tri Hari Suci Paskah. Program ini tidak hanya bertujuan untuk mendukung kekhusyukan ibadah, tetapi juga mendorong kesadaran kolektif dalam menjaga lingkungan melalui pengurangan aktivitas kendaraan dan kebisingan.
Dilansir dari laman resmi Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat (InfoMabar), Bupati Manggarai Barat, Edistasius Endi menegaskan bahwa Silentium Magnum merupakan upaya bersama untuk mewujudkan keheningan total sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan dan masa depan daerah. Ia juga menekankan bahwa program ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan gerakan kolektif yang melibatkan seluruh elemen masyarakat dan pemangku kepentingan.
"Tidak semata-mata ini soal urusan keagamaan, tapi sebenarnya kita mau mewujudkan bahwa alam ini mau beristirahat. Alam tidak mau disibukkan dengan urusan-urusan kemajuan seperti penggunaan kendaraan dan lain sebagainya" ujar Bupati Mabar dalam rapat persiapan Silentium Magnum pada Senin (16/3/2026) lalu.
Plt. Direktur Utama BPOLBF menegaskan bahwa Silentium Magnum merupakan bentuk integrasi nilai spiritual, budaya, dan keberlanjutan dalam pengembangan pariwisata Labuan Bajo Flores.
"Silentium Magnum bukan sekadar momentum keagamaan, tetapi juga refleksi bersama tentang bagaimana kita memaknai perjalanan baik sebagai individu maupun sebagai destinasi. Keheningan ini menjadi ruang untuk menghormati alam, budaya, dan kehidupan masyarakat lokal," ujarnya.
Lebih lanjut, BPOLBF memandang bahwa keberlanjutan program ini perlu diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor, termasuk pemerintah daerah, tokoh agama, pelaku pariwisata, dan masyarakat. Pelaksanaan tahun kedua ini menjadi fondasi penting untuk mendorong Silentium Magnum sebagai gerakan bersama yang terstruktur dan berkelanjutan di Labuan Bajo, bahkan di seluruh Pulau Flores.
Sebagai Destinasi Prioritas Nasional, Labuan Bajo terus diarahkan tidak hanya pada keunggulan alam, tetapi juga pada pengalaman wisata yang bermakna. Melalui Silentium Magnum, wisatawan diajak untuk tidak hanya melihat, tetapi juga merasakan dan menghormati nilai-nilai spiritual serta kearifan lokal yang hidup di tengah masyarakat. BPOLBF optimistis bahwa pelaksanaan tahun kedua ini akan semakin memperkuat positioning Labuan Bajo sebagai destinasi yang tidak hanya eksotis, tetapi juga reflektif, berbudaya, dan berkelanjutan.
-------
Sisilia Lenita Jemana
Kepala Divisi Komunikasi Publik
Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores