Upaya Strategis Pemerintah Tingkatkan Jaminan Keselamatan Wisata Bahari Labuan Bajo

Created at 2026-04-16

Labuan Bajo, 16 April 2026 – Upaya penguatan mitigasi risiko dan upaya ketanggapdaruratan keamanan dan keselamatan pariwisata Labuan Bajo melalui rangkaian Kegiatan "Edukasi Keamanan dan Keselamatan Wisata Bahari" di Labuan Bajo yang dilaksanakan pada hari kedua di Kantor Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF), kembali melibatkan 50 peserta dari pelaku wisata selam, asosiasi Pariwisata di Labuan Bajo, Perwakilan Pemerintah Daerah, dan instansi vertikal di Labuan Bajo.

Rangkaian kegiatan “Edukasi Keamanan dan Keselamatan Wisata Bahari” merupakan bagian dari program kolaborasi Diving Safety 1000 Initiatives antara Kementerian Pariwisata (Kemenpar) dan Divers Alert Network (DAN) yang telah berlangsung sejak tahun 2023. Program ini telah menjangkau lebih dari 90% destinasi wisata bahari di Indonesia, termasuk Labuan Bajo, dengan capaian 1.000 penerima manfaat yang telah mengikuti pelatihan dan memperoleh sertifikasi Emergency First Response (EFR) sesuai target yang ditetapkan.

Kepala Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, dan Kebudayaan Manggarai Barat, Stefanus Jemsifori, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas komitmen pemerintah pusat yang secara konsisten mendorong berbagai upaya strategis dalam meningkatkan jaminan keamanan dan keselamatan wisata bahari di Labuan Bajo.

Sementara itu, Asisten Deputi Pengembangan Produk Pariwisata Kementerian Pariwisata, Itok Parikesit, saat membuka secara resmi kegiatan, menegaskan bahwa aspek keselamatan merupakan elemen fundamental yang tidak terpisahkan dari pengembangan produk wisata bahari di Indonesia, khususnya dalam mendukung daya saing destinasi di tingkat global.

“Sesuai dengan amanah RPJPN 2025-2045 untuk menyiapkan Labuan Bajo sebagai Destinasi Pariwisata Prioritas (DPP) dengan fokus pengembangan Pariwisata Dunia Berbasis Bahari, peningkatan keselamatan dan keamanan menyelam yang tergolong dalam usaha pariwisata berisiko menengah tinggi merupakan prasyarat agar destinasi bahari kita tidak hanya dikenal indah, tetapi juga aman bagi wisatawan domestik maupun internasional” jelas Itok.

 

Selanjutnya Itok menegaskan, bahwa rangkaian penyelenggaraan kegiatan ini menunjukkan keseriusan Kementerian Pariwisata dalam meningkatkan citra positif Labuan Bajo sebagai salah satu destinasi unggulan Wisata Bahari Indonesia.

"Kami berharap materi edukasi yang mencakup Basic Life Support, CPR, dan Emergency Oxygen Provider, yang disampaikan langsung oleh instruktur dapat menjadi bekal untuk teman-teman garda terdepan wisata selam di Labuan Bajo dalam menghadapi setiap potensi kecelakaan yang bisa terjadi di lapangan. Melalui upaya bersama ini, kita berkomitmen mewujudkan zero-accident dalam aktivitas menyelam dan menjaga kelestarian ekosistem laut yang merupakan sumber daya utama wisata selam Indonesia" ungkap Itok.

Kegiatan dilanjutkan dengan sesi pembelajaran teori yang mencakup penanganan kondisi darurat, seperti Resusitasi Jantung Paru (RJP/CPR), penggunaan Automated External Defibrillator (AED) pemberian oksigen darurat untuk cedera penyelaman (EO2), serta teknik penanganan tersedak atau gangguan saluran pernapasan.

Cliff Richardson, Presiden dan CEO Divers Alert Network (DAN) menyoroti pentingnya inisiatif global dalam meningkatkan standar keselamatan penyelaman.

“Keselamatan adalah inti dari semua yang kami lakukan di Divers Alert Network. Keberhasilan inisiatif ‘1.000 dalam 1.000’ bukan hanya tentang angka, tetapi tentang nyawa yang akan dilindungi. Kami bangga dapat bekerja sama dengan Indonesia dalam mendorong standar keselamatan kelas dunia” ungkap Cliff Richardson.

Pelaksana Tugas Direktur Utama BPOLBF, Andhy MT Marpaung, saat menutup kegiatan turut menegaskan bahwa keselamatan merupakan fondasi utama dalam pengembangan pariwisata berkelanjutan di Labuan Bajo.

“Kami ingin memastikan bahwa setiap wisatawan yang datang ke Labuan Bajo tidak hanya mendapatkan pengalaman yang indah, tetapi juga merasa aman. Kegiatan ini menjadi langkah kolaborasi nyata dalam membangun standar baru SDM pariwisata bahari yang profesional, tangguh, dan berdaya saing global” ujar Andhy.

Melalui kegiatan ini, BPOLBF bersama Kementerian Pariwisata, dan Divers Alert Network (DAN) terus mendorong peningkatan kapasitas SDM pariwisata bahari, sebagai bagian dari transformasi Labuan Bajo menuju destinasi pariwisata berkualitas, aman, dan berkelanjutan.

Setelah sesi teori, para peserta mengikuti praktik langsung sebagai bentuk penguatan kompetensi, dimana seluruh peserta juga mendapatkan fasilitas berupa Marine Medikit dari Divers Alert Network (DAN) yang dapat digunakan sebagai perlengkapan pertolongan pertama di lapangan.

50 peserta dari pelaku wisata selam dari berbagai asosiasi Pariwisata di Labuan Bajo yang hadir, antara lain P3KOM, ASKAWI, dan DOCK, Gahawisri, JANGKAR, ASET, Guide snorkeling, HPI (Himpunan Pariwisata Indonesia), Sekber Kepariwisataan Labuan Bajo. Selain itu Basarnas, Sat Polairud Labuan Bajo, Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, dan Kebudayaan Kab. Manggarai Barat, Perguruan tinggi atau sekolah pelayaran, dan Dokter/rumah sakit di Labuan Bajo turut hadir dalam kesempatan tersebut.

 

-------

Sisilia Lenita Jemana

Kepala Divisi Komunikasi Publik

Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores

thumbnail

PENTAS x Weekend at Parapuar 2026 Hadirkan Senja, Budaya, dan Musik dalam Satu Panggung di Labuan Bajo

Labuan Bajo, 6 Juni 2026 Natas Parapuar kembali menjadi ruang perjumpaan budaya, kreativitas, dan pariwisata melalui penyelenggaraan PENTAS x Weekend at Parapuar (WAP) 2026 pada Sa...

thumbnail

Melangkah Bersama, Pulihkan Bumi: Festival Golo Koe Labuan Bajo Maria Assumpta Nusantara 2026 Resmi Diluncurkan

Labuan Bajo, 4 Juni 2026 – Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) turut menghadiri peluncuran rangkaian kegiatan Festival Golo Koe Labuan Bajo Maria Assumpta Nusantar...

thumbnail

Tingkatkan Kapasitas  Pelaku Destinasi Pariwisata, Kemenpar Gelar Pelatihan Storytelling

Labuan Bajo, 3 Juni 2026 - Dalam rangka mendukung pengembangan pariwisata berkualitas dan berkelanjutan di Destinasi Pariwisata Prioritas Labuan Bajo, Kementerian Pariwisata melal...

Ada pertanyaan ?

Lihat FAQ ? atau Hubungi Kami