Aktivitas Pariwisata Flores Berangsur Pulih Pascagempa, Keselamatan Wisatawan Tetap Jadi Prioritas

Created at 2026-08-24

Labuan Bajo, 24 Agustus 2026 — Aktivitas kepariwisataan di sejumlah wilayah Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur, mulai berangsur pulih setelah gempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,7 yang terjadi pada 15 Agustus 2026. Berdasarkan hasil pemantauan Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) serta koordinasi dengan pemerintah daerah terkait, hingga Minggu (23/8), sejumlah destinasi wisata, aksesibilitas, serta fasilitas pendukung pariwisata telah kembali beroperasi, meskipun beberapa destinasi di wilayah terdampak masih menerapkan penutupan sementara.

Di Kabupaten Manggarai Barat, aktivitas pariwisata secara umum telah kembali berjalan. Taman Nasional Komodo dan sejumlah daya tarik wisata seperti Gua Rangko, Compang Liang Ndara, Puncak Waringin, Agrowisata Ngalor Kalo, dan Batu Cermin telah kembali beroperasi normal. Arus keberangkatan wisatawan menuju kawasan Taman Nasional Komodo melalui Pelabuhan Marina Labuan Bajo pada Minggu (23/8) juga terpantau normal dan kondusif, tanpa ditemukan keluhan terkait pelayanan maupun proses keberangkatan kapal.  

Aktivitas penerbangan juga menunjukkan pemulihan. Bandara Internasional Komodo Labuan Bajo, Bandara Frans Seda Maumere, Bandara H. Hasan Aroeboesman Ende, Bandara Soa Bajawa, Bandara Gewayantana Flores Timur, serta Bandara Frans Sales Lega Ruteng telah kembali beroperasi. Pada 23 Agustus 2026, penerbangan di sejumlah bandara tersebut terpantau berjalan sesuai jadwal, sementara rute penerbangan antarkabupaten di Flores juga mulai kembali normal. 

Pemulihan juga terlihat pada desa-desa wisata. Berdasarkan hasil pemantauan BPOLBF dan informasi pemerintah daerah di Pulau Flores, hingga 23 Agustus 2026 terdapat 29 desa wisata yang telah membuka kembali kunjungan wisatawan antara lain:
- Manggarai Barat: Batu Cermin, TNK, Liang Ndara, Papagarang, Pasir Panjang Desa Siru, Todong Belang, Wae Lolos, 
- Manggarai: Desa Wisata Todo
- ⁠Ende: Alam Waturaka, Destusoko Barat, Kampung Adat Wologai, Koanara, Marilonga, Mbana Nua Sipi Jena, Nggela, Desa Pemo Kelimutu, Rewarangga, Woloara, Wolotopo,
- ⁠Sikka: Desa Wisata Nita
- ⁠Flores Timur: Bantala, Helanlangowuyo, Lewoklouk, Leworahang, Neren Watotena, Nihaone (Pantai Ina Burak), Pantai Oa, Pledo. Sementara 22 Desa wisata lainnya masih tutup/belum beroperasi. Sebagian lainnya masih dalam proses verifikasi kondisi pascagempa. Data tersebut bersifat dinamis dan terus diperbarui bersama pemerintah daerah. 

Namun demikian, kondisi destinasi di Flores masih beragam. Sejumlah destinasi di Kabupaten Manggarai, Manggarai Timur, Nagekeo, Ende, dan Sikka masih menerapkan penutupan sementara. Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari kehati-hatian sambil menunggu proses penanganan, pemeriksaan, dan verifikasi kondisi di lapangan. 

Di kawasan Kelimutu, sejumlah akomodasi di Desa Woloara yang mengalami kerusakan ringan masih dapat menerima tamu. Meski demikian, wisatawan yang akan melakukan perjalanan ke kawasan terdampak diimbau untuk terlebih dahulu memastikan kondisi dan status operasional akomodasi kepada pengelola sebelum melakukan pemesanan. Sementara itu, Taman Nasional Kelimutu masih ditutup hingga 23 Agustus 2026. 

Pemulihan Akses dan Mobilitas Wisatawan

Sejumlah akses utama di Flores juga telah kembali mendukung mobilitas masyarakat dan wisatawan. Jalur Bajawa–Ende, Kisol–Aimere, Ruteng–Borong, Ende–Moni, Ende–Maumere, Ende–Aegela, serta Waelengga–Borong telah kembali berfungsi. Pemulihan konektivitas ini turut mendukung pergerakan wisatawan antardaerah di Flores. 

Sementara itu, pemulihan jaringan telekomunikasi terus berlangsung. Sejumlah kabupaten telah kembali memperoleh layanan komunikasi, meskipun di beberapa wilayah masih terdapat kendala sinyal. Kondisi ini menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan wisatawan ketika melakukan perjalanan ke wilayah terdampak.

Plt. Direktur Utama BPOLBF, Andhy MT Marpaung mengatakan bahwa berangsur pulihnya aktivitas pariwisata merupakan perkembangan positif, namun kondisi pascagempa tetap membutuhkan kewaspadaan dan koordinasi yang kuat.

”Kami melihat aktivitas pariwisata di sejumlah wilayah Flores, khususnya Labuan Bajo dan kawasan Taman Nasional Komodo, mulai kembali berjalan. Namun, pemulihan ini tetap harus berjalan beriringan dengan prinsip kehati-hatian. Keselamatan wisatawan, masyarakat, dan pelaku pariwisata harus menjadi prioritas dalam setiap aktivitas kepariwisataan,” ujar Andhy.

Menurutnya, wisatawan tetap perlu membekali diri dengan informasi yang benar sebelum dan selama melakukan perjalanan.

”Kami mengimbau wisatawan untuk selalu memastikan kondisi destinasi yang akan dikunjungi, mengikuti arahan pengelola dan otoritas setempat, serta tidak memaksakan diri mengunjungi destinasi yang masih ditutup. Informasi mengenai kondisi di lapangan juga dapat berubah dengan cepat sehingga penting bagi wisatawan untuk terus memantau pembaruan dari sumber resmi,” lanjutnya.

Keselamatan Tetap Menjadi Prioritas

Di tengah pemulihan aktivitas wisata, kewaspadaan tetap diperlukan mengingat gempa susulan masih terjadi. Karena itu, BPOLBF mengimbau wisatawan untuk memastikan beberapa hal sebelum melakukan perjalanan, antara lain:

1.  Memeriksa status destinasi yang akan dikunjungi dan memastikan destinasi tersebut telah dinyatakan dapat menerima kunjungan.
2. Memastikan kondisi akomodasi sebelum melakukan pemesanan, terutama di wilayah yang terdampak gempa.
3. Mengikuti arahan pengelola destinasi dan otoritas terkait selama berada di lokasi wisata.
4. Tidak memaksakan kunjungan ke destinasi atau kawasan yang masih ditutup atau dibatasi.
5. Memantau kondisi cuaca, gelombang, aktivitas gempa, serta informasi kebencanaan lainnya sebelum melakukan perjalanan, khususnya untuk aktivitas wisata bahari dan wisata alam.
6. Menyimpan kontak darurat dan kanal informasi resmi yang dapat dihubungi apabila membutuhkan informasi atau bantuan.

BPOLBF juga mengingatkan masyarakat dan wisatawan untuk tidak mudah mempercayai informasi yang beredar di media sosial. Salah satunya adalah informasi mengenai “Flores Megathrust” dan klaim adanya retakan yang merambat dari Flores hingga Sumba, Timor, dan Rote. BMKG telah menegaskan bahwa informasi tersebut merupakan hoaks dan tidak bersumber dari BMKG. 

BPOLBF Buka Akses Informasi Melalui Hotline PPID

Untuk membantu masyarakat dan wisatawan memperoleh informasi yang akurat mengenai kondisi pariwisata pascagempa, BPOLBF membuka akses layanan informasi melalui Hotline PPID BPOLBF

Wisatawan maupun masyarakat dapat menghubungi WhatsApp PPID BPOLBF di nomor 0811-3879-4555 untuk memperoleh informasi terkait kondisi destinasi, aktivitas pariwisata, serta perkembangan situasi kepariwisataan di wilayah Labuan Bajo Flores. Nomor tersebut merupakan kanal layanan informasi publik BPOLBF.

BPOLBF terus melakukan pemantauan terhadap kondisi destinasi, akomodasi, aksesibilitas, dan pergerakan wisatawan di berbagai wilayah Flores sebagai bagian dari upaya mendukung pemulihan sektor pariwisata pascabencana.

Berangsur pulihnya aktivitas pariwisata menjadi sinyal positif bagi masyarakat dan pelaku usaha pariwisata di Flores. Namun, upaya pemulihan tetap perlu dilakukan secara bertahap, adaptif, dan mengedepankan keselamatan.

BPOLBF mengajak wisatawan untuk tetap tenang, bijak dalam menerima informasi, dan bertanggung jawab dalam melakukan perjalanan.

Cek informasi sebelum berangkat, ikuti arahan otoritas selama perjalanan, dan utamakan keselamatan dalam setiap aktivitas wisata.

——-
Sisilia Lenita Jemana
Kepala Divisi Komunikasi Publik
Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores

thumbnail

Aktivitas Pariwisata Flores Berangsur Pulih Pascagempa, Keselamatan Wisatawan Tetap Jadi Prioritas

Labuan Bajo, 24 Agustus 2026 — Aktivitas kepariwisataan di sejumlah wilayah Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur, mulai berangsur pulih setelah gempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,7 ya...

thumbnail

Pemkab Manggarai Barat bersama Stakeholder Terkait Salurkan Bantuan Sosial bagi Masyarakat Terdampak Gempa ke Pesisir Utara

Manggarai Barat, 19 Agustus 2026— Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) turut ambil bagian dalam penyaluran bantuan sosial bagi masyarakat terdampak bencana gempa Fl...

thumbnail

Gerak Cepat Pemkab Manggarai Barat Salurkan Bantuan bagi Masyarakat Terdampak Gempa

Manggarai Barat, 17 Agustus 2026 — Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat menginisiasi gerak cepat penyaluran bantuan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak gempa bumi di Kabupaten M...

Ada pertanyaan ?

Lihat FAQ ? atau Hubungi Kami