Labuan Bajo, 30 Juni 2026 - Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) menerima kunjungan Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Manggarai Timur dalam rangka membahas sejumlah program kolaborasi pengembangan pariwisata. Selain membahas penguatan kemitraan pengembangan wisata religi Katolik Pulau Flores, kedua belah pihak juga mendiskusikan perkembangan implementasi Leadership Project "Mausui Padang yang Bercerita", salah satu proposal terbaik dalam Floratama (Plus) Destination Leadership Program (FDLP) 2025 yang diselenggarakan oleh BPOLBF.

Proposal yang digagas oleh Yohanes Setiawan Da dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Manggarai Timur menjadi Top 2 pada FDLP 2025. Proposal tersebut mengusung visi menjadikan Padang Mausui sebagai destinasi wisata reflektif, edukatif, dan berkelanjutan melalui pendekatan Community-Based Tourism (CBT), sekaligus memperkuat identitas budaya serta hak ulayat masyarakat Rongga.
Satu tahun setelah dipresentasikan dalam FDLP, berbagai rekomendasi yang tertuang dalam proposal tersebut kini mulai diwujudkan secara bertahap melalui kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur, masyarakat adat, dan berbagai pemangku kepentingan.
Salah satu tonggak penting implementasi tersebut adalah terlaksananya musyawarah adat yang menghasilkan penyerahan lahan ulayat kepada Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur untuk pengembangan kawasan wisata. Prosesi adat tersebut dipimpin oleh tetua Suku Nggeli dan disaksikan oleh tetua Suku Motu, Suku Sui, dan Suku Kewi, serta dihadiri Camat Kota Komba, anggota DPRD daerah pemilihan setempat, dan perangkat daerah terkait.
Sebagai bagian dari proses pengembangan destinasi, kawasan tersebut juga resmi melakukan re-branding dari nama Padang Mausui menjadi Padang Savana Tanjung Bendera, sebuah identitas baru yang dinilai lebih merepresentasikan karakter bentang alam savana yang berpadu dengan panorama tebing dan laut lepas di pesisir selatan Manggarai Timur.
Pada tahun kedua implementasi, Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur juga telah melaksanakan sejumlah langkah strategis, di antaranya pembentukan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) sebagai pengelola resmi destinasi, penyelenggaraan pelatihan tata kelola destinasi bagi masyarakat, pembangunan sarana dan prasarana pendukung wisata, serta penetapan tarif masuk kawasan sebagai bagian dari pengelolaan destinasi yang berkelanjutan.
Pengembangan produk wisata juga mulai menunjukkan hasil positif. Aktivitas paragliding yang telah diuji coba di kawasan Tanjung Bendera menjadi salah satu produk wisata minat khusus yang memperkuat positioning destinasi sebagai kawasan wisata alam yang menawarkan pengalaman reflektif, edukatif, sekaligus petualangan.
Sekretaris Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Manggarai Timur, Hieronimus E. Dona, menyampaikan bahwa implementasi proposal FDLP menjadi bukti bahwa sebuah gagasan yang lahir melalui proses pembelajaran dapat berkembang menjadi program nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Floratama Destination Leadership Program telah memberikan ruang bagi kami untuk menyusun gagasan yang berbasis kebutuhan daerah. Hari ini kami bersyukur karena proposal yang sebelumnya hanya menjadi rencana kini mulai diwujudkan melalui kolaborasi pemerintah, masyarakat adat, dan berbagai pemangku kepentingan. Pengembangan Padang Savana Tanjung Bendera kami harapkan menjadi contoh bagaimana pariwisata dapat tumbuh dengan tetap menghormati budaya, hak ulayat, dan pemberdayaan masyarakat lokal," ujar Hieronimus.
BPOLBF menilai perkembangan tersebut merupakan salah satu indikator keberhasilan FDLP sebagai program pengembangan kepemimpinan destinasi yang tidak berhenti pada penyusunan proposal, tetapi mendorong implementasi nyata di lapangan.
Pelaksana Tugas Direktur Utama BPOLBF, Andhy MT Marpaung, menyampaikan apresiasi atas komitmen Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur dalam melanjutkan implementasi Leadership Project FDLP.
”Kami sangat mengapresiasi langkah Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur yang berhasil menerjemahkan Leadership Project FDLP menjadi aksi nyata. Inilah semangat yang ingin dibangun melalui Floratama Destination Leadership Program, yaitu menghadirkan pemimpin-pemimpin destinasi yang mampu menggerakkan kolaborasi, membangun kelembagaan, dan menghasilkan dampak nyata bagi masyarakat. BPOLBF akan terus mendukung pengembangan destinasi-destinasi baru yang tumbuh dari inovasi daerah dan berbasis pada prinsip keberlanjutan," ujar Andhy.
BPOLBF meyakini bahwa implementasi Leadership Project seperti yang dilakukan di Padang Savana Tanjung Bendera menjadi contoh nyata bahwa investasi pada pengembangan kapasitas sumber daya manusia mampu melahirkan perubahan yang berdampak langsung terhadap pembangunan destinasi. Ke depan, BPOLBF berharap semakin banyak alumni Floratama (Plus) Destination Leadership Program yang mampu mengimplementasikan proyek kepemimpinan mereka sehingga memperkuat daya saing kawasan Floratama sebagai destinasi pariwisata yang inklusif, berkelanjutan, dan berbasis masyarakat.
————
Sisilia Lenita Jemana
Kepala Divisi Komunikasi Publik
Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores