Labuan Bajo, 30 Juni 2026 - Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) menerima kunjungan resmi dari Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Manggarai Timur pada Selasa (30/6) pagi di Kantor BPOLBF, Labuan Bajo. Audiensi tersebut membahas peluang kemitraan dalam pengembangan Gereja Tua St. Theresia Lengko Ajang sebagai bagian dari aktivasi Travel Pattern Pariwisata Religi Katolik Pulau Flores, sekaligus dukungan terhadap rencana Perayaan 100 Tahun Paroki Santa Theresia Lengko Ajang pada tahun 2027 serta produksi film dokumenter bertajuk "Gendang One, Lingko Pe'ang".

Pertemuan ini menjadi tindak lanjut atas dokumen Travel Pattern Pariwisata Religi Katolik Pulau Flores yang telah diinisiasi oleh BPOLBF bersama Keuskupan Ruteng, Keuskupan Agung Ende, Keuskupan Maumere, Keuskupan Larantuka, serta Dinas Pariwisata dari delapan kabupaten di Pulau Flores pada September 2024. Dokumen tersebut menjadi panduan perjalanan wisata religi Katolik yang menghubungkan berbagai situs bersejarah dan pusat spiritual di Pulau Flores dalam satu koridor destinasi yang terintegrasi.
Dalam dokumen tersebut, Gereja Tua St. Theresia Lengko Ajang telah ditetapkan sebagai destinasi ke-15 sekaligus menjadi salah satu dari enam destinasi wisata religi Katolik di Kabupaten Manggarai Timur yang masuk dalam jaringan resmi Travel Pattern Pariwisata Religi Katolik Pulau Flores.
Pada tahun 2027 mendatang, Paroki Santa Theresia Lengko Ajang akan memperingati 100 tahun berdirinya paroki sejak resmi dibentuk pada tahun 1927. Momentum bersejarah tersebut dipandang sebagai peluang strategis untuk memperkuat promosi wisata religi sekaligus memperkenalkan nilai sejarah, budaya, dan spiritualitas masyarakat Manggarai Timur kepada wisatawan domestik maupun mancanegara.
Selain mendukung penyelenggaraan perayaan satu abad paroki, Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Manggarai Timur juga mengusulkan kolaborasi dalam produksi film dokumenter "Gendang One, Lingko Pe'ang", yang diharapkan menjadi media promosi destinasi berbasis cerita (storytelling) sekaligus memperkaya konten promosi pariwisata Flores di tingkat nasional maupun internasional.
Sekretaris Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Manggarai Timur, Hieronimus E. Dona, menyampaikan apresiasi kepada BPOLBF atas inisiatif penyusunan Travel Pattern Pariwisata Religi Katolik Pulau Flores yang dinilai telah membuka peluang baru bagi pengembangan destinasi wisata religi di Manggarai Timur.
“Kami mengapresiasi BPOLBF yang telah menginisiasi penyusunan Travel Pattern Pariwisata Religi Katolik Pulau Flores bersama para keuskupan dan pemerintah daerah. Kehadiran Gereja Tua St. Theresia Lengko Ajang dalam dokumen tersebut merupakan pengakuan penting terhadap nilai sejarah dan spiritual yang dimiliki Manggarai Timur. Melalui perayaan 100 tahun paroki dan produksi film dokumenter, kami berharap destinasi ini dapat semakin dikenal, menjadi bagian dari perjalanan para peziarah, sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar melalui pengembangan pariwisata berbasis budaya dan religi," ujar Hieronimus.
Pelaksana Tugas Direktur Utama BPOLBF, Andhy MT Marpaung, menyambut baik usulan kolaborasi tersebut sebagai bagian dari upaya memperkuat diversifikasi produk pariwisata Flores.
Menurutnya, pengembangan pariwisata tidak hanya bertumpu pada keindahan alam, tetapi juga harus mengangkat kekayaan sejarah, budaya, dan nilai-nilai spiritual yang menjadi identitas masyarakat Flores.
”Travel Pattern Pariwisata Religi Katolik Pulau Flores disusun bukan sekadar sebagai dokumen, tetapi sebagai peta jalan untuk menghidupkan destinasi-destinasi religi di seluruh Pulau Flores. Momentum 100 Tahun Gereja Tua St. Theresia Lengko Ajang merupakan kesempatan yang sangat baik untuk mengaktivasi salah satu destinasi yang telah masuk dalam travel pattern tersebut. BPOLBF siap membuka ruang kolaborasi bersama Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur, Keuskupan Ruteng, dan seluruh pemangku kepentingan agar potensi wisata religi Flores semakin dikenal, memberikan pengalaman spiritual yang berkesan bagi wisatawan, sekaligus menghadirkan manfaat ekonomi bagi masyarakat lokal," ujar Andhy.
Melalui sinergi lintas sektor ini, BPOLBF terus mendorong pengembangan pariwisata Flores yang lebih beragam, berkualitas, dan berkelanjutan. Aktivasi destinasi wisata religi diharapkan dapat memperluas pilihan pengalaman wisata di Pulau Flores, memperpanjang lama tinggal wisatawan (length of stay), serta memperkuat posisi Flores sebagai salah satu destinasi wisata religi Katolik unggulan di Indonesia dan kawasan Asia Pasifik.
————
Sisilia Lenita Jemana
Kepala Divisi Komunikasi Publik
Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores