Labuan Bajo, 01 Oktober 2026 - Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) hadir dalam Musyawarah Daerah Dewan Pengurus Daerah Perhimpunan Usaha Taman Rekreasi Indonesia (DPD PUTRI) pada Kamis (10/10/2026) pagi di Ruang Perhotelan SMKS Stella Maris Labuan Bajo. Musyawarah ini dihadiri oleh Pemerintah Daerah Manggarai Barat, DPC Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Manggarai Barat, dan Guru serta siswa SMKS Stella Maris Labuan Bajo.
PUTRI sendiri merupakan Perhimpunan Usaha Taman Rekreasi Indonesia yang didirikan pada 10 November 1977 oleh sekelompok pimpinan objek wisata di Jakarta atas dorongan Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia. PUTRI merupakan wadah perjuangan kepentingan bersama dalam usaha pengelolaan, pengembangan, dan pembangunan bidang kepariwisataan, khususnya bidang daya tarik wisata dan taman rekreasi beserta segala aspek yang ada di tiap destinasi. PUTRI memiliki tujuh unsur pengembangan destinasi wisata yang dikembangkan, yaitu Desa Wisata, Permainan Anak, Rekreasi Alam, Theme Parks, Museum, Konservasi Alam, dan Seni Budaya.
Shobirin F. Hamid, Direktur Ekeskutif DPP PUTRI menyampaikan, bahwa sejak tahun 2022, PUTRI memiliki misi untuk meningkatkan kualitas produk dan mutu tempat wisata, membawa keuntungan untuk para anggota dan mendukung pariwisata Indonesia menjadi pariwisata unggulan untuk Asia Tenggara.
“PUTRI secara dinamika bertambah dengan banyaknya DPD dan sekarang tahun 2026 tercatat 18 anggota DPD. Dari 18 DPD diantaranya yang sekarang akan bermusyawarah daerah yakni DPD NTT. Misi dari PUTRI pada tahun 2022 yakni meningkatkan kualitas produk dan mutu tempat wisata, membawa keuntungan untuk para anggota dan mendukung pariwisata Indonesia menjadi pariwisata unggulan untuk Asia Tenggara. Sekarang yang sedang disiapkan untuk misi PUTRI yakni kita ingin menjadi pariwisata dunia” Ungkap Shobirin.
Shobirin melanjutkan, selain 7 unsur pengembangan destinasi wisata PUTRI juga akan mengembangkan unsur baru yaitu Taman Wisata Religi.
“Selain 7 unsur pengembangan destinasi wisata yang dikembangkan oleh PUTRI, sekarang ada unsur yang baru mau dikembangkan di PUTRI dan akan dibahas di masa yang akan datang yakni Taman Wisata Religi. Dan hal ini juga nantinya memungkinkan di NTT ada tour wisata religi. Saat ini Ada dua Program Unggulan PUTRI yakni Ngopi (Ngobrol bareng PUTRI) menggali lagi bagaimana potensi daerah dan masukan dari pusat, dan Zoom Talk PUTRI. Selain itu PUTRI juga menjalankan beberapa program, seperti Pelatihan SDM, Kolaborasi Pelatihan bersama beberapa asosiasi dan pemerintah, dan advokasi." Lanjut Shobirin.
Lebih lanjut, mewakil Pemda Manggarai Barat, Stefanus Jemsifori, Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan di Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat dalam sambutannya menyampaikan pentingnya kehadiran stakeholder dalam mengurus pariwisata di Manggarai Barat.
“Pemerintah tidak dapat berjalan sendiri dalam membangun pariwisata. Karena itu, kami memperkuat sinergi melalui Sekretariat Bersama sebagai wadah bagi berbagai asosiasi pariwisata di Manggarai Barat, termasuk ke depan membuka ruang bagi PUTRI untuk bergabung. Melalui wadah ini, kita dapat bertukar gagasan dan menyampaikan kondisi riil di lapangan yang menjadi masukan penting bagi pemerintah dalam merumuskan kebijakan pembangunan pariwisata”. Ujar Stefan.
Sementara itu, Andhy MT Marpaung, Plt. Direktur Utama BPOLBF, menyampaikan kehadiran DPD PUTRI di NTT diharapkan dapat menjadi pendorong dalam memperluas dan mendiversifikasi produk serta destinasi pariwisata di luar Taman Nasional Komodo.
“Kehadiran DPD PUTRI di NTT diharapkan dapat menjadi pemicu dalam memperluas dan mendiversifikasi produk serta destinasi pariwisata di luar Taman Nasional Komodo. Pengembangan alternatif destinasi dinilai penting untuk memperpanjang lama tinggal dan meningkatkan pengeluaran wisatawan, terutama pada periode musim ekstrem Januari–Maret ketika kunjungan wisatawan cenderung menurun karena masih terbatasnya informasi mengenai pilihan destinasi lainnya.” Ungkap Andhy
Andhy melanjutkan peningkatan kunjungan wisatawan perlu diikuti dengan penguatan ekosistem dan pelaku usaha pariwisata. Pendataan serta legalitas usaha menjadi penting untuk menciptakan layanan pariwisata yang lebih tertib dan aman, sekaligus mencegah praktik penipuan oleh agen perjalanan yang tidak jelas
“Selain itu, peningkatan kunjungan wisatawan perlu diikuti dengan penguatan ekosistem dan pelaku usaha pariwisata. Pendataan serta legalitas usaha menjadi penting untuk menciptakan layanan pariwisata yang lebih tertib dan aman, sekaligus mencegah praktik penipuan oleh agen perjalanan yang tidak jelas. Dengan adanya data pelaku usaha yang lebih baik, pemerintah dapat lebih mudah membangun kolaborasi melalui sertifikasi, peningkatan kapasitas SDM, pelatihan, dan berbagai program pengembangan usaha. DPD PUTRI NTT diharapkan dapat turut memperkenalkan potensi wisata yang beragam sekaligus memperkuat keterlibatan pelaku usaha lokal dalam pengembangan pariwisata NTT.” Tambah Andhy.
Musyawarah Daerah DPD PUTRI NTT diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara pemerintah, asosiasi pariwisata, pelaku usaha, dan masyarakat dalam mengembangkan destinasi yang beragam, berkualitas, dan berkelanjutan. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu mendorong lahirnya inovasi produk wisata sekaligus memperluas manfaat ekonomi pariwisata bagi masyarakat lokal di NTT, termasuk melalui pengembangan destinasi alternatif di sekitar Labuan Bajo dan Flores.
--------
Sisilia Lenita Jemana
Kepala Divisi Komunikasi Publik
Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores