BPOLBF Dukung Penerapan SMKU di DPSP Labuan Bajo

Created at 2022-07-19

Labuan Bajo, 19 Juli 2022- Melalui media daring, Direktur Utama Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF), Shana Fatina hadir dalam “Rapat Tindak Lanjut Kegiatan Kolaborasi Lintas Kementerian dalam Rangka Mewujudkan Destinasi Wisata Tangguh Bencana” (19/07/2022). Rapat ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan beberapa waktu lalu, saat Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian melalui Deputi Bidang Koordinasi Pengembangan Wilayah dan Tata Ruang mengadakan diskusi bersama Kementerian PPN/Bappenas, Bappeda, Dispar Mabar, BPOLBF, Pelindo, PLN, Telkom, PDAM, terkait penerapan Sistem Manajemen Kelangsungan Usaha (SMKU) di Daerah Pariwisata Super Prioritas (DPSP) Labuan Bajo, Flores guna mewujudkan destinasi pariwisata tangguh bencana dan mempercepat pemulihan ekonomi pascabencana.

 

SMKU sendiri merupakan standar yang dapat digunakan pelaku usaha dalam mengatur kegiatan usahanya yang tidak hanya berfokus untuk melindungi, mengantisipasi, dan menangani ketidakpastian yang terjadi, namun juga membantu pelaku usaha dalam memulihkan diri pascabencana. SMKU dinilai dapat menjadi salah satu pilihan yang tepat dalam meminimalisir risiko bencana dan juga dinilai mampu melengkapi sistem manajemen yang digunakan pelaku usaha saat ini seperti manajemen risiko, manajemen tanggap darurat, dan manajemen krisis.

 

Direktur Pemetaan dan Evaluasi Risiko Bencana, BNPB, Dr. Ir. Udrekh,  juga menyampaikan bahwa kolaborasi multipihak adalah kunci dalam mewujudkan pariwisata aman bencana.

 

"Kolaborasi multipihak dibutuhkan dalam mewujudkan pariwisata aman bencana atau destinasi wisata tangguh bencana sangat diperlukan dan melibatkan seluruh kementerian dan lembaga terkait dan hasil dari rakor ini menjadi komitmen bersama dan harapannya dituangkan ke dalam Program dan Kegiatan di dokumen ITMP Labuan bajo maupun masing-masing Rencana Kerja Kementerian dan Lembaga Terkait" jelasnya.

 

BPOLBF sebagai satuan kerja di bawah Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, menyambut baik adanya SMKU di Labuan Bajo. Saat ini BPOLBF juga telah menerapkan sistem pengurangan risiko bencana/disrupsi yaitu Environment, Social, Governance (ESG) Rating yang merupakan salah satu tools untuk keberlanjutan investasi (sustainable investment) dan telah mencakup Manajemen Risiko yang merupakan bagian dari SMKU. Selain itu, BPOLBF juga telah melakukan identifikasi risiko bencana dan sumber daya kawasan, menerapkan manajemen, dan melakukan simulasi penanganan kedaruratan yang dapat terjadi di kawasan sehingga dapat menjadi inisiasi untuk mendukung implementasi SMKU. Program BPOLBF, seperti Webinar Desa Wisata (28/06/2022) juga mengangkat tema Antisipasi Risiko Bencana di Desa Wisata. Hal ini dilakukan agar destinasi wisata di Labuan Bajo pada khususnya dan Floratama pada umumnya bisa menjadi destinasi yang tangguh dan tanggap bencana, bukan saja bencana alam tetapi juga bencana non alam seperti pandemi.

 

Selain itu, saat ini BPOLBF bekerja sama dengan Dinas Pariwisata Kabupaten Manggarai Barat juga telah menyusun Tourism Safety and Security, yang mana salah satu langkah konkret yang dapat dilakukan adalah dibuatnya Command Centre. Dalam paparannya, Shana Fatina menyampaikan bahwa perlu ada yang menjamin keselamatan dan keamanan pengunjung.

 

“Command Centre adalah sebuah sistem control yang saling terintgrasi dengan menyajikan data dan informasi digital guna mendukung pengambilan keputusan dalam penanganan CHSE. Command Centre perlu dibuat agar Labuan Bajo sebagai destinasi super prioritas dapat menjamin keselamatan dan keamanan pengunjungnya. Di kantor BPOLBF sendiri telah disediakan satu ruangan khusus yang rencananya akan menjadi command centre” ujar Shana.

 

Asisten Deputi Ketahanan Bencana dan Pemanfaatan Teknologi, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI, Muksin, S.Hut., M.A., M.T. menyampaikan bahwa langkah awal implementasi SMKU di KSPN Labuan Bajo adalah mengadakan gap analisis serta mengidentifikasi aktivitas utama usaha di KSPN Labuan Bajo guna mengetahui posisi usaha dan langkah yang perlu dilakukan selanjutnya dalam menerapkan SMKU sesuai dengan SNI ISO 2230 Manajemen Kelangsungan Bisnis.

 

 

---------------------

Sisilia Lenita Jemana

Kepala Divisi Komunikasi Publik

Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores

thumbnail

Hari Ketiga Camino de Flores: Menyusuri Jalur Trans Flores, Merawat Spiritualitas dan Persaudaraan Lintas Iman

Ende, 26 Oktober 2026 – Jejak Camino de Flores hari ketiga, Minggu (25/10/2026) membawa para peserta menyusuri jalur Trans Flores dari Mataloko, Kabupaten Ngada, menuju Nangapanda...

thumbnail

Camino de Flores Etape Tengah Hari Kedua, Perkuat Wisata Religi dan Solidaritas untuk Pemulihan Flores

Ngada, 25 Oktober 2026 — Hari kedua Rangkaian Camino de Flores: The Sacred Journey of Flores – A Spiritual Journey of Reflection and Recovery, Sabtu (24/10), sebanyak 70 peserta C...

thumbnail

Gandeng 7 Agen Perjalanan Tiongkok, Kemenpar dan BPOLBF Buka Jalan Paket Wisata Labuan Bajo ke Pasar Tiongkok

Labuan Bajo, 23 Oktober 2026 – Kementerian Pariwisata melalui Asisten Deputi Pemasaran Pariwisata Mancanegara II, Deputi Bidang Pemasaran, berkolaborasi dengan Badan Pelaksana Oto...

Ada pertanyaan ?

Lihat FAQ ? atau Hubungi Kami