Gandeng 7 Agen Perjalanan Tiongkok, Kemenpar dan BPOLBF Buka Jalan Paket Wisata Labuan Bajo ke Pasar Tiongkok

Created at 2026-10-23

Labuan Bajo, 23 Oktober 2026 – Kementerian Pariwisata melalui Asisten Deputi Pemasaran Pariwisata Mancanegara II, Deputi Bidang Pemasaran, berkolaborasi dengan Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) dan China Southern Airlines menggelar Wonderful Indonesia Business Matching for Chinese Travel Agents di AYANA Komodo Waecicu Beach, Jumat (23/10/2026) sore. Kegiatan ini merupakan rangkaian famtrip dan table top networking yang mempertemukan tujuh agen perjalanan (travel agent) asal Tiongkok sebagai buyers dengan 14 pelaku industri pariwisata Labuan Bajo sebagai sellers.

Ketujuh buyers asal Tiongkok tersebut yakni China Bamboo Garden International Travel Service Co., Ltd; Hangzhou China Travel Service Group; GZL International Travel Service Ltd; Guangdong Asia-Pacific Travel (BOBO Travel); China International Travel Service (Jiangsu) Co., Ltd; Shenzhen Dreamka Travel; dan Charm Deer.

Sementara itu, 14 sellers yang dihadirkan BPOLBF yaitu China Southern Airlines; AYANA Komodo Waecicu Beach; Plataran Komodo Resort and Spa; Zada Liveaboard; TA’AKTANA, a Luxury Collection Resort & Spa, Labuan Bajo; PT Nexus Travel; PT Intim Travel Indonesia (Trip.Intimesea); PT Komodo Escape Prawara (Escape Liveaboard); CV Raffles Bajo Mandiri; Kaia Explorer Speedboat Labuan Bajo; PT Arah Pesona Indonesia; CV Trijaya Sukses Mandiri (Oaseast); PT Indo Flores Trip; serta PT Jaya Komodo Eksplor (JK Explore). Keempat belas sellers ini sebelumnya telah mendaftar dan telah melalui tahap kurasi.

Kegiatan ini bertujuan memperkenalkan destinasi Labuan Bajo Flores secara langsung kepada pasar Tiongkok melalui perpaduan pengalaman langsung di destinasi dan sesi penjajakan bisnis yang terstruktur. Dari pengalaman langsung tersebut, para agen perjalanan diharapkan dapat menyusun paket wisata yang siap dipesan sekaligus melakukan promosi organik bagi segmen wisatawan asal Tiongkok.

Asisten Deputi Pemasaran Pariwisata Mancanegara II Kementerian Pariwisata, Yulia, M.T., menyebutkan Tiongkok merupakan salah satu pasar utama pariwisata Indonesia.

“Kunjungan wisatawan Tiongkok ke Indonesia mencapai 1,3 juta pada 2025. Hingga Agustus 2026, jumlahnya sudah melampaui 1 juta kunjungan, tumbuh 16,46 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Angka ini menunjukkan pasar Tiongkok masih memiliki peluang besar untuk dikembangkan, dan Labuan Bajo adalah salah satu destinasi dengan potensi besar,” ujar Yulia.

Ia berharap pertemuan ini membuka peluang kerja sama bisnis, memperluas jejaring pasar, dan mendorong lebih banyak produk wisata Labuan Bajo masuk dalam paket perjalanan pasar Tiongkok. 

“Kepada para pelaku industri pariwisata Labuan Bajo, manfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya. Semoga lahir kerja sama yang nyata setelah kegiatan ini,” tambahnya.

Senada dengan itu, Kepala Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, dan Kebudayaan Kabupaten Manggarai Barat, Petrus Antonius Rasyid, mengapresiasi inisiatif Kementerian Pariwisata yang menghadirkan pelaku pariwisata Tiongkok untuk bertemu langsung dengan pelaku pariwisata Labuan Bajo.

“Kami sangat mengapresiasi kegiatan yang diinisiasi oleh Kementerian Pariwisata, yang telah menghadirkan para pelaku pariwisata dari Tiongkok untuk langsung bertemu dengan para pelaku pariwisata dari Labuan Bajo dalam rangka memperkuat kerja sama sekaligus untuk memperlebar pasar yang ada di Labuan Bajo kepada wisatawan Tiongkok. Kami berharap kegiatan ini membuka peluang kerja sama dan pada akhirnya menambah kunjungan wisatawan Tiongkok ke Labuan Bajo. Kunjungan wisatawan mancanegara ke destinasi yang dikelola pemerintah daerah selama ini cukup tinggi, bahkan mendominasi, dan terus tumbuh dari tahun ke tahun. Ini menjadi kekuatan kami untuk terus membenahi daya tarik wisata sekaligus mempromosikan Labuan Bajo dan Manggarai Barat secara keseluruhan,” ungkap Petrus.

Lebih lanjut, Plt. Direktur Utama BPOLBF, Andhy MT Marpaung, menilai famtrip dan table top networking  yang mempertemukan buyers dan sellers potensial ini menjadi peluang untuk mendorong peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara, khususnya dari Tiongkok, ke Labuan Bajo dan Flores secara keseluruhan.

“Pasar Tiongkok sangat strategis bagi Labuan Bajo Flores. Lewat famtrip ini, para agen perjalanan tidak hanya mengenal Labuan Bajo dari foto, tetapi merasakan langsung pengalaman berwisata di sini, sehingga paket yang mereka tawarkan nanti lebih meyakinkan. Kami ingin pertemuan hari ini berlanjut menjadi kerja sama dan transaksi nyata antara agen perjalanan Tiongkok dan pelaku usaha lokal,” ujar Andhy.

Ia menambahkan, BPOLBF mendorong agar paket wisata yang disusun tidak berhenti di Pulau Komodo dan Pulau Padar. 

“Flores punya kekayaan alam dan budaya yang luar biasa. Kalau paketnya menjangkau daratan Flores, wisatawan akan tinggal lebih lama dan manfaat ekonominya semakin dirasakan masyarakat. BPOLBF siap mendampingi pelaku usaha lokal untuk menindaklanjuti peluang dari pertemuan ini,” pungkasnya.

Tiara dari Kaia Explorer Speedboat Labuan Bajo selaku sellers menilai peluang pasar Tiongkok di Labuan Bajo sangat terbuka.

“Saat Chinese Golden Week atau musim ramai, tamu dari Tiongkok sangat banyak. Ditambah lagi, kini ada penerbangan langsung dari Malaysia dan Singapura, yang jelas menjadi peluang untuk memperluas pasar Tiongkok. Saya berharap acara seperti ini lebih sering digelar, karena kami dari pihak swasta tidak bisa bekerja sendiri. Kami perlu dukungan instansi pemerintah untuk bersama-sama memajukan pariwisata Labuan Bajo dan para pelaku usahanya,” kata Tiara.

Dari sisi buyers, Ela dari Guangdong Asia-Pacific Travel (BOBO Travel) menilai kunjungan langsung ini penting untuk memperkenalkan Labuan Bajo lebih dalam kepada pasar Tiongkok.

“Di Tiongkok, belum banyak orang yang mengenal Pulau Komodo secara mendetail. Sebagian besar hanya mengenalnya dari foto atau kunjungan singkat. Dengan datang langsung, kami bisa memberikan penjelasan yang lebih mendalam kepada calon wisatawan. Karena sebagian besar wisatawan Tiongkok sudah akrab dengan Bali, Labuan Bajo bisa menjadi alternatif baru yang menarik,” ungkap Ela.

Ia menambahkan, selama ini wisatawan Tiongkok umumnya berkunjung singkat, hanya dua hingga tiga hari.

 “Kami berharap ke depan mereka bisa tinggal lebih lama dan mengenal Indonesia lebih dekat. Pilihannya tidak terbatas pada Pulau Komodo, Pulau Padar, atau Pantai Pink, karena di sini banyak agen perjalanan yang menawarkan beragam paket wisata,” tutup Ela.

Kegiatan ini diharapkan menjadi salah satu pendukung perkembangan kepariwisataan di Labuan Bajo Flores, membuka peluang pasar Tiongkok yang lebih luas, serta membuka paket perjalanan yang tidak hanya berfokus di wisata bahari.

———
Sisilia Lenita Jemana
Kepala Divisi Komunikasi Publik
Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores

thumbnail

Hari Ketiga Camino de Flores: Menyusuri Jalur Trans Flores, Merawat Spiritualitas dan Persaudaraan Lintas Iman

Ende, 26 Oktober 2026 – Jejak Camino de Flores hari ketiga, Minggu (25/10/2026) membawa para peserta menyusuri jalur Trans Flores dari Mataloko, Kabupaten Ngada, menuju Nangapanda...

thumbnail

Camino de Flores Etape Tengah Hari Kedua, Perkuat Wisata Religi dan Solidaritas untuk Pemulihan Flores

Ngada, 25 Oktober 2026 — Hari kedua Rangkaian Camino de Flores: The Sacred Journey of Flores – A Spiritual Journey of Reflection and Recovery, Sabtu (24/10), sebanyak 70 peserta C...

thumbnail

Gandeng 7 Agen Perjalanan Tiongkok, Kemenpar dan BPOLBF Buka Jalan Paket Wisata Labuan Bajo ke Pasar Tiongkok

Labuan Bajo, 23 Oktober 2026 – Kementerian Pariwisata melalui Asisten Deputi Pemasaran Pariwisata Mancanegara II, Deputi Bidang Pemasaran, berkolaborasi dengan Badan Pelaksana Oto...

Ada pertanyaan ?

Lihat FAQ ? atau Hubungi Kami