Hari Ketiga Camino de Flores: Menyusuri Jalur Trans Flores, Merawat Spiritualitas dan Persaudaraan Lintas Iman

Created at 2026-10-26

Ende, 26 Oktober 2026 – Jejak Camino de Flores hari ketiga, Minggu (25/10/2026) membawa para peserta menyusuri jalur Trans Flores dari Mataloko, Kabupaten Ngada, menuju Nangapanda, Kabupaten Ende, dengan singgah di sejumlah titik yang memiliki makna spiritual dan sosial bagi masyarakat setempat. Di sepanjang perjalanan, peserta tidak hanya menikmati lanskap Flores, tetapi juga merasakan sambutan hangat warga yang memperlihatkan kuatnya nilai kebersamaan, kepedulian, dan toleransi di tengah keberagaman.

Rangkaian perjalanan diawali dengan Misa Minggu bersama para imam dan siswa di Aula Seminari Menengah Santo Yohanes Berkhmans Mataloko, Kabupaten Ngada. Usai misa, peserta melanjutkan perjalanan menuju Gua Maria Camino Watu Go, sebuah titik ziarah di jalur Trans Flores yang menghubungkan Ngada dan Nagekeo, sebelum memasuki wilayah Paroki Santo Fransiskus Asisi Gako. Penataan Gua Maria tersebut sebelumnya telah mendapat dukungan dari Camino de Flores sebagai bagian dari persiapan perjalanan.

Dari Gua Maria Camino Watu Go, peserta melanjutkan perjalanan menuju Gereja Paroki Gako untuk makan siang bersama, sebelum kembali berjalan menuju Nangapanda, Kabupaten Ende.

Inisiator Camino de Flores, Mari Elka Pangestu, menyampaikan bahwa perjalanan ini berangkat dari keinginannya untuk mensyukuri bertambah usianya yang ke-70 dengan memberikan kembali kepada masyarakat. Flores dipilih karena kedekatan personal serta kekayaan alam, budaya, dan potensi pariwisatanya yang telah dikenalnya sejak bertugas di sektor pariwisata.

“Bagi saya, ini bukan hanya perjalanan fisik. Ini adalah perjalanan untuk menantang diri, melakukan introspeksi, refleksi, dan menemukan ruang pemulihan. Flores memiliki potensi luar biasa, baik dari segi pariwisata, keindahan budaya, maupun alamnya,” ungkap Mari.

Ia menambahkan, Camino de Flores juga menjadi bagian dari upaya menggalang kepedulian bagi pemulihan Flores pascagempa serta mendukung pengembangan titik-titik pariwisata. Ia berharap perjalanan ini dapat berlanjut dan membuka kesempatan bagi lebih banyak orang untuk mengenal Flores melalui pengalaman yang bermakna.

Senada dengan itu, Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Nagekeo, Elias Tae menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Camino de Flores. Menurutnya, kegiatan ini mempertemukan spiritualitas, persaudaraan, nilai budaya, dan aksi sosial yang dibangun bersama oleh penyelenggara dan masyarakat.

”Peristiwa hari ini atau kegiatan hari ini merupakan kolaborasi antara semangat spiritualitas, semangat persaudaraan, nilai-nilai budaya, dan juga aksi sosial yang dibangun baik oleh Tim Camino maupun kami sebagai warga masyarakat Nagekeo” ungkapnya.

Ia juga berharap dukungan serta doa bersama dapat memperkuat proses pemulihan masyarakat Nagekeo setelah gempa bumi yang melanda Flores pada 15 Agustus 2026. Pemerintah Kabupaten Nagekeo menyambut baik kehadiran para peserta dan berharap perjalanan Camino de Flores dapat mencapai tujuan yang telah direncanakan.

Setelah makan siang di Paroki Gako, peserta kemudian melanjutkan perjalanan menuju Nangapanda Ende sebagai titik Finish Camino de Flores hari ketiga. Di titik ini, peserta disambut hangat oleh umat Paroki Santo Eduardus Nangapanda dan masyarakat setempat. Suasana kebersamaan semakin terasa dalam ramah tamah dan makan malam bersama. Warga dari komunitas Muslim turut menyambut rombongan, sementara para siswi Muslim dari SMA Negeri 1 Nangapanda ikut mengisi acara, menghadirkan suasana akrab dan penuh persaudaraan.

Kehadiran masyarakat lintas agama dalam penyambutan tersebut menjadi gambaran nyata kehidupan yang berdampingan di Flores. Semangat ini juga tercermin dari keberagaman peserta Camino de Flores, yang tidak seluruhnya beragama Katolik. Perjalanan yang berangkat dari tradisi ziarah ini sekaligus menjadi ruang perjumpaan lintas iman yang mengedepankan keterbukaan, refleksi, dan kemanusiaan.

Pelaksana Tugas Direktur Utama Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF), Andhy MT Marpaung, menilai perjalanan hari ketiga Camino de Flores menunjukkan bahwa pengembangan pariwisata Flores dapat dibangun melalui keterhubungan antara potensi alam, situs religi, budaya, dan kehidupan masyarakat.

“Camino de Flores memperlihatkan bahwa pengalaman wisata tidak hanya tentang mengunjungi sebuah destinasi, tetapi juga tentang membangun hubungan dengan masyarakat, memahami nilai-nilai lokal, dan merasakan semangat persaudaraan. Sambutan hangat masyarakat lintas agama di sepanjang perjalanan menjadi kekuatan penting bagi Flores dalam mengembangkan pariwisata yang inklusif dan berkelanjutan,” ujar Andhy.

Melalui Camino de Flores, BPOLBF berharap semakin banyak potensi wisata di luar Labuan Bajo dapat dikenal lebih luas, termasuk destinasi religi dan budaya di wilayah tengah hingga timur Flores. Kegiatan ini juga menjadi momentum untuk memperkuat solidaritas, mendukung pemulihan pascagempa, serta mendorong pengembangan pariwisata yang memberikan manfaat bagi masyarakat setempat.


———

Sisilita Lenita Jemana
Kepala Divisi Komunikasi Publik
Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores

thumbnail

Hari Ketiga Camino de Flores: Menyusuri Jalur Trans Flores, Merawat Spiritualitas dan Persaudaraan Lintas Iman

Ende, 26 Oktober 2026 – Jejak Camino de Flores hari ketiga, Minggu (25/10/2026) membawa para peserta menyusuri jalur Trans Flores dari Mataloko, Kabupaten Ngada, menuju Nangapanda...

thumbnail

Camino de Flores Etape Tengah Hari Kedua, Perkuat Wisata Religi dan Solidaritas untuk Pemulihan Flores

Ngada, 25 Oktober 2026 — Hari kedua Rangkaian Camino de Flores: The Sacred Journey of Flores – A Spiritual Journey of Reflection and Recovery, Sabtu (24/10), sebanyak 70 peserta C...

thumbnail

Gandeng 7 Agen Perjalanan Tiongkok, Kemenpar dan BPOLBF Buka Jalan Paket Wisata Labuan Bajo ke Pasar Tiongkok

Labuan Bajo, 23 Oktober 2026 – Kementerian Pariwisata melalui Asisten Deputi Pemasaran Pariwisata Mancanegara II, Deputi Bidang Pemasaran, berkolaborasi dengan Badan Pelaksana Oto...

Ada pertanyaan ?

Lihat FAQ ? atau Hubungi Kami