Launching Festival Golo Curu Maria Ratu Rosari 2026 Tandai Dimulainya Rangkaian Event Wisata Religi Unggulan Pulau Flores

Created at 2026-07-09

Ruteng, 9 Juli 2026 – Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) menyambut baik pelaksanaan Launching Festival Golo Curu Maria Ratu Rosari Tahun 2026 yang digelar di Natas Labar, Ruteng, Kabupaten Manggarai, pada Kamis (9/7/2026) sore. Peluncuran ini menjadi penanda dimulainya rangkaian Festival Golo Curu 2026 yang akan berpuncak pada 2–7 Oktober 2026, sekaligus mempertegas posisi Flores sebagai destinasi wisata religi Katolik dan budaya yang semakin diperhitungkan di tingkat nasional.

Festival Golo Curu Maria Ratu Rosari merupakan salah satu dari tiga event di Provinsi Nusa Tenggara Timur yang berhasil masuk dalam Karisma Event Nusantara (KEN) 2026, program unggulan Kementerian Pariwisata yang menghimpun berbagai event terbaik di Indonesia. Selain Festival Golo Curu di Kabupaten Manggarai, dua event lainnya adalah Festival Lamaholot di Kabupaten Lembata yang mengangkat kekayaan tenun ikat, budaya bahari, dan tradisi masyarakat Lamaholot, serta Festival Golo Koe Maria Assumpta Nusantara di Kabupaten Manggarai Barat yang berhasil mencatat prestasi membanggakan dengan masuk dalam jajaran Top 10 Karisma Event Nusantara 2026.

Ketua Umum Panitia Festival Golo Curu 2026, Theodosius Yosefus Nono, mengatakan bahwa festival ini lahir sebagai bentuk komitmen Keuskupan Ruteng untuk menghadirkan karya pastoral yang mampu menyentuh seluruh dimensi kehidupan masyarakat.

"Festival ini merupakan wujud komitmen Keuskupan Ruteng untuk mengembangkan pastoral yang integral dan kontekstual dengan menampilkan kekayaan religius, budaya, dan ekologis yang dimiliki Golo Curu sebagai anugerah Tuhan bagi masyarakat Manggarai," ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa Festival Golo Curu bukan hanya berlangsung pada saat puncak kegiatan di bulan Oktober, tetapi diawali dengan rangkaian ziarah Patung Maria Ratu Rosari yang akan mengunjungi paroki-paroki di Wilayah Selatan Kevikepan Ruteng mulai 16 September hingga 30 September 2026. Prosesi tersebut menjadi bagian dari perjalanan rohani yang mengajak umat membangun semangat pengharapan sekaligus mempererat persaudaraan antarumat.

Selanjutnya, puncak Festival Golo Curu akan berlangsung pada 2–7 Oktober 2026 dengan mengusung tema "Berziarah Bersama Bunda Maria dalam Pengharapan, Merajut Iman, Membangun Persaudaraan, Menyalakan Misi, dan Merawat Kehidupan." Selama enam hari penyelenggaraan, masyarakat dan para peziarah akan mengikuti berbagai kegiatan religius yang dipadukan dengan pertunjukan seni budaya, edukasi ekologis, promosi UMKM dan ekonomi kreatif, serta beragam aktivitas yang mempertemukan Gereja, pemerintah, komunitas, dan masyarakat dalam semangat kolaborasi.

Dalam kesempatan yang sama, Vikaris Episkopal (Vikep) Ruteng, RD Dionisius Osharjo, membacakan pesan pastoral Uskup Ruteng yang menegaskan bahwa Festival Golo Curu memiliki makna yang jauh melampaui sebuah perayaan keagamaan.

"Festival Golo Curu walaupun bersifat festival rohani, tetapi dampaknya mencakup hampir seluruh aspek kehidupan masyarakat. Selain berdampak kepada kehidupan rohani, festival ini juga berdampak positif pada aspek sosial, budaya, pariwisata, dan juga pada kehidupan ekonomi kreatif masyarakat," demikian pesan pastoral Uskup Ruteng yang dibacakan RD Dionisius Osharjo.

Plt. Direktur Utama Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores, Andhy MT Marpaung, menyampaikan apresiasi atas kolaborasi antara Keuskupan Ruteng, Pemerintah Kabupaten Manggarai, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan yang terus mengembangkan Festival Golo Curu sebagai destinasi wisata religi unggulan di Flores.

Menurut Andhy, keberhasilan Festival Golo Curu menjadi bagian dari Karisma Event Nusantara merupakan bukti bahwa Flores memiliki kekuatan pariwisata yang tidak hanya bertumpu pada keindahan alam, tetapi juga pada kekayaan budaya dan spiritualitas masyarakatnya.

"Festival Golo Curu menunjukkan bahwa pariwisata dapat tumbuh dari nilai-nilai iman, budaya, dan kearifan lokal yang hidup di tengah masyarakat. Kolaborasi yang dibangun melalui festival ini menjadi contoh bagaimana sektor pariwisata mampu menghadirkan manfaat yang lebih luas, mulai dari pelestarian budaya dan lingkungan, penguatan identitas daerah, hingga mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui UMKM dan ekonomi kreatif." ujar Andhy.

Melalui penyelenggaraan Festival Golo Curu Maria Ratu Rosari 2026, diharapkan semakin banyak wisatawan dan peziarah yang datang ke Manggarai untuk merasakan pengalaman wisata yang memadukan nilai religius, budaya, dan keindahan alam Flores. Festival ini sekaligus memperkuat posisi Nusa Tenggara Timur sebagai daerah yang mampu menghadirkan event-event berkualitas nasional dengan karakter yang khas, otentik, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.


————
Sisilia Lenita Jemana
Kepala Divisi Komunikasi Publik
Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores

thumbnail

Perarakan Patung Bunda Maria Asumpta Nusantara Awali Rangkaian Festival Golo Koe 2026

Labuan Bajo, 10 Juli 2026 – Rangkaian Festival Golo Koe 2026 mulai digelar, ditandai dengan dimulainya perjalanan rohani Patung Bunda Maria Asumpta Nusantara yang akan mengunjungi...

thumbnail

Launching Festival Golo Curu Maria Ratu Rosari 2026 Tandai Dimulainya Rangkaian Event Wisata Religi Unggulan Pulau Flores

Ruteng, 9 Juli 2026 – Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) menyambut baik pelaksanaan Launching Festival Golo Curu Maria Ratu Rosari Tahun 2026 yang digelar di Natas...

thumbnail

BPOLBF Apresiasi Komitmen Manggarai Timur dalam Mengimplementasikan Leadership Project FDLP

Labuan Bajo, 30 Juni 2026 - Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) menerima kunjungan Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Manggarai Timur dalam rangka memba...

Ada pertanyaan ?

Lihat FAQ ? atau Hubungi Kami