Perkembangan Pembangunan Kawasan Parapuar

Created at 2025-05-15

 

Labuan Bajo, 15 Mei 2025- Parapuar, destinasi wisata baru yang dikembangkan dan dikelola oleh Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF), resmi diperkenalkan sebagai bagian dari pengembangan pariwisata berkelanjutan di Kabupaten Manggarai Barat, Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Terletak di kawasan perbukitan Labuan Bajo, Parapuar menawarkan pemandangan panorama 360 derajat yang memukau, memperlihatkan keindahan kota Labuan Bajo, gugusan pulau eksotis, dan deretan perbukitan yang memesona. Destinasi ini dirancang untuk menjadi ikon wisata baru yang tidak hanya menarik wisatawan domestik dan mancanegara, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

Sebagai pengelola kawasan, BPOLBF terus mendorong percepatan pembangunan di Kawasan ini. Adapun pembangunan jalan yang sudah diselesaikan adalah pembangunan akses jalan sepanjang 1,5 km pada tahun 2022 lalu dan pada tahun 2025 ini, progres pembangunan telah mencakup penyelesaian akses jalan masuk Kawasan Parapuar sepanjang 200m oleh PT. Cipta Jaya Piranti. Selanjutnya, pada tahun ini, BPOLBF juga telah merencanakan pembangunan utilitas dasar seperti Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) dan kelistrikan juga infrastruktur dasar yaitu Tembok Penahan Tanah (TPT) dan pelaksanaan pekerjaan lanjutan aspal jalan akses masuk Kawasan parapuar sepanjangn 200m sebagai pendukung investasi  untuk memastikan kenyamanan dan keamanan pengunjung di masa depan.

"Parapuar merupakan bagian dari visi kami untuk menjadikan Labuan Bajo sebagai destinasi pariwisata prioritas berbasis konservasi dan keberlanjutan. Dengan dukungan infrastruktur dan daya tarik alam yang luar biasa, kami optimis Parapuar akan menjadi magnet baru bagi wisatawan," ujar Plt. Direktur Utama BPOLBF, Frans Teguh.

Sebagai langkah lanjutan, BPOLBF akan melibatkan masyarakat lokal dalam pengembangan destinasi ini, guna menciptakan ekosistem pariwisata yang inklusif dan berdampak langsung terhadap kesejahteraan warga sekitar.

 

 

--------

Sisilia Lenita Jemana

Kepala Divisi Komunikasi Publik

Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores

thumbnail

Camino de Flores Tutup Perjalanan Ziarah 70 Kilometer, Tinggalkan Jejak Kepedulian bagi Flores

Ende, 27 Oktober 2026 – Rangkaian perjalanan ziarah berjalan kaki Camino de Flores Etape Tengah, yang melintasi wilayah Ngada, Nagekeo, dan Ende, resmi berakhir pada Senin (26/10/...

thumbnail

Hari Ketiga Camino de Flores: Menyusuri Jalur Trans Flores, Merawat Spiritualitas dan Persaudaraan Lintas Iman

Ende, 26 Oktober 2026 – Jejak Camino de Flores hari ketiga, Minggu (25/10/2026) membawa para peserta menyusuri jalur Trans Flores dari Mataloko, Kabupaten Ngada, menuju Nangapanda...

thumbnail

Camino de Flores Etape Tengah Hari Kedua, Perkuat Wisata Religi dan Solidaritas untuk Pemulihan Flores

Ngada, 25 Oktober 2026 — Hari kedua Rangkaian Camino de Flores: The Sacred Journey of Flores – A Spiritual Journey of Reflection and Recovery, Sabtu (24/10), sebanyak 70 peserta C...

Ada pertanyaan ?

Lihat FAQ ? atau Hubungi Kami