Wolobobo Ngada Festival dan Camino de Flores Perkuat Promosi Budaya, Wisata Religi Katolik, dan Pariwisata Flores

Created at 2026-10-23

Bajawa, 23 Oktober 2026 – Penyelenggaraan Wolobobo Ngada Festival 2026 yang dirangkai dengan Camino de Flores menjadi momentum untuk memperkenalkan kekayaan alam, budaya, wisata religi Katolik, dan kreativitas masyarakat Kabupaten Ngada kepada publik yang lebih luas. Kolaborasi kedua agenda ini diharapkan dapat memperkuat daya tarik pariwisata Flores sebagai destinasi wisata religi Katolik Pulau Flores sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat lokal.

Pembukaan Wolobobo Ngada Festival 2026 berlangsung di Art Centre, Bajawa, Kabupaten Ngada, Kamis (22/10/2026). Mengusung tema “Harmoni Alam, Budaya, dan Kreativitas Ngada Mendukung Ekonomi Lokal”, festival ini menghadirkan beragam kegiatan, mulai dari pagelaran seni budaya, perlombaan tari dan lagu daerah, lomba konten kreator, hingga pameran produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Event ini akan berlangsung pada 22–25 Oktober 2026 dengan melibatkan 40 UMKM, empat BUMN/BUMD, tujuh sekolah, tiga badan usaha, dan lima paguyuban. 

Wakil Bupati Ngada, Bernadinus Dhey Ngebu, menyampaikan bahwa kekayaan alam dan budaya Ngada perlu dikelola dan dikembangkan agar memberikan nilai tambah serta manfaat nyata bagi masyarakat. Menurutnya, Wolobobo Ngada Festival menjadi salah satu ruang untuk memperkuat identitas daerah sekaligus memperluas pengenalan potensi lokal.

”Ngada memiliki kekayaan alam, budaya, dan kreativitas masyarakat yang besar. Namun tantangannya adalah bagaimana agar kekayaan ini dikelola dan dapat memberikan nilai tambah ke ruang yang lebih luas sehingga memberi manfaat yang nyata bagi masyarakat. Wolobobo Ngada Festival menjadi salah satu ruang untuk mepercepat proses tersebut” ungkapnya.

Lebih lanjut, Wakil Bupati Ngada mewakili pemerintah dan masyarakat Kabupaten Ngada juga menyampaikan sambutan hangat kepada Prof. Dr. Mari Elka Pangestu beserta rombongan Camino de Flores. Kehadiran para peserta dinilai menjadi kesempatan untuk memperkenalkan Ngada lebih dekat serta memperkuat upaya pengembangan pariwisata dan ekonomi masyarakat.

Inisiator Camino de Flores, Mari Elka Pangestu, mengungkapkan bahwa kekayaan alam, budaya, produk kreatif, dan keramahan masyarakat merupakan bagian penting dari potensi pariwisata Flores. Ia berharap penyelenggaraan festival dan perjalanan Camino de Flores dapat memperkenalkan lebih banyak potensi Ngada dan Flores kepada masyarakat Indonesia maupun dunia.

“Melalui Camino de Flores, saya ingin menjadikan perjalanan ini bukan sekadar perjalanan fisik, tetapi juga perjalanan batin. Sebuah kesempatan untuk mengenal diri sendiri dengan lebih dalam, sekaligus mengenal Flores dengan lebih dekat,” ujarnya.

Camino de Flores mengusung konsep perjalanan berjalan kaki yang memadukan pengalaman spiritual dengan pengenalan kehidupan masyarakat, kearifan budaya, serta hubungan manusia dengan alam. Pada etape tengah yang dimulai dari Bajawa, peserta dijadwalkan menempuh perjalanan sekitar 70 kilometer menuju Ende melalui wilayah Ngada, Nagekeo, dan Ende. Secara resmi, perjalanan Camino de Flores ini baru akan dimulai pada Jumat, 23 Oktober 2026 dengan Start Point di Taman Rohani Maria Ratu Semesta Alam Wolowio.

Rangkaian perjalanan tersebut diharapkan memberikan pengalaman yang lebih dekat dengan kehidupan masyarakat Flores, termasuk tradisi, kampung-kampung yang dilalui, serta potensi lokal yang dapat dikembangkan sebagai bagian dari pengalaman wisata.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Ngada, Ivan Botha dalam laporannya menyampaikan bahwa penyelenggaraan Wolobobo Ngada Festival dan Camino de Flores diarahkan untuk melestarikan seni budaya, mengembangkan kreativitas generasi muda, mempromosikan produk unggulan daerah seperti kopi Bajawa, tenun ikat, dan kerajinan bambu, serta memperkuat spiritualitas masyarakat.

Penyelenggaraan kedua agenda ini juga menjadi ruang kolaborasi antara pemerintah daerah, komunitas, pelaku seni budaya, UMKM, dan berbagai mitra. Keterlibatan masyarakat diharapkan tidak hanya memperkuat pelestarian budaya, tetapi juga memperluas jejaring pemasaran produk lokal dan menciptakan peluang ekonomi dari aktivitas pariwisata.

Sementara itu, Plt. Direktur Utama BPOLBF, Andhy MT Marpaung, menyampaikan bahwa penyelenggaraan Wolobobo Ngada Festival yang dirangkai dengan Camino de Flores menjadi momentum untuk memperkuat pengembangan pariwisata Flores melalui integrasi potensi alam, budaya, spiritualitas, dan kreativitas masyarakat.

Menurutnya, Camino de Flores juga sejalan dengan upaya BPOLBF mengembangkan Travel Pattern Wisata Religi Katolik Pulau Flores yang telah dilaunching BPOLBF bersama Keuskupan dan Dinas Pariwisata se-Pulau Flores pada September 2024 lalu, sebagai pola perjalanan yang menghubungkan berbagai destinasi religi di Flores. Melalui pendekatan ini, wisatawan diharapkan tidak hanya berkunjung ke satu destinasi, tetapi juga terdorong menjelajahi wilayah lain, mengenal kehidupan masyarakat, serta menikmati kekayaan budaya dan alam sepanjang perjalanan.

“Camino de Flores menjadi salah satu momentum untuk menghidupkan pola perjalanan wisata religi di Pulau Flores melalui pengalaman yang memadukan refleksi spiritual, budaya, alam, dan interaksi dengan masyarakat. Kami berharap inisiatif ini dapat memperluas pergerakan wisatawan yang selama ini cenderung terkonsentrasi di Labuan Bajo, sekaligus membuka peluang agar manfaat ekonomi pariwisata dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat di berbagai wilayah Flores,” ungkap Andhy.

Melalui sinergi pengembangan festival budaya dan wisata berbasis perjalanan ziarah religi Katolik, potensi pariwisata Flores diharapkan semakin dikenal dengan mengedepankan kekhasan alam, budaya, spiritualitas, dan kehidupan masyarakatnya.


———-

Sisilia Lenita Jemana
Kepala Divisi Komunikasi Publik
Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores

thumbnail

Camino de Flores Etape Tengah Resmi Dimulai, Ziarah Berjalan Kaki Merajut Spiritualitas, Budaya, dan Persaudaraan di Flores

Ngada, 23 Oktober 2026 —  Camino de Flores: The Sacred Journey of Flores – A Spiritual Journey of Reflection and Recovery resmi memulai perjalanan Etape Tengah pada Jumat (23/10) s...

thumbnail

Wolobobo Ngada Festival dan Camino de Flores Perkuat Promosi Budaya, Wisata Religi Katolik, dan Pariwisata Flores

Bajawa, 23 Oktober 2026 – Penyelenggaraan Wolobobo Ngada Festival 2026 yang dirangkai dengan Camino de Flores menjadi momentum untuk memperkenalkan kekayaan alam, budaya, wisata r...

thumbnail

BPOLBF Dukung Operasi Kemanusiaan dan Pencarian Korban Musibah KM Feronia di Perairan Komodo

Labuan Bajo, 20 Oktober 2026 — Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas musibah tenggelamnya kapal wisata KM Feronia di p...

Ada pertanyaan ?

Lihat FAQ ? atau Hubungi Kami